Tampilkan postingan dengan label Audiensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Audiensi. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2013

31 Agustus 2013

      Satu persatu penonton audiensi LKMA 2013 semakin memenuhi aula gedung II SIT Insantama. Terutama kelas 10 yang belum pernah melihat kakak kelasnya presentasi terlihat antusias. Di akhir Agustus lalu yaitu sabtu, 31 Agustus 2013 LKMA kembali melakukan presentasi untuk penggalangan dana.

        Dan tamu kali ini dua perwakilan dari FOSIS (Forum Orang Tua Siswa) yaitu Ustadz Fanani (ketua FOSIS SMAIT Insantama) serta Ustadz Ubaidillah. Karena

Selasa, 16 Juli 2013

Tamu Jauh

presentator : saiful dan hazzi
                Jum’at, 31 Mei 2013. ada yang berbeda di aula SMPIT Insantama, puluhan orang telah berkumpul, ikhwan disebelah kiri, dan akhwat di sebelah kanan. Bukan untuk menunggu antrian BLT, bukan itu. Malam itu, audiensi LKMA go to Malaysia and Singapore oleh BigBang kembali dilaksanakan. Yang istimewa dari audiensi kali ini adalah para tamu undangan. Tamu yang hadir kali ini berasal dari negri jiran Malaysia dan Singapura sejumlah 14 orang. Sebuah angka fantastis yang membuat panitia kewalahan menyiapkan kursi di depan penonton, mengingat pada audiensi sebelumnya tamu yang hadir hanya berkisar 2 atau 3 orang. Allahu akbar !!

                Pukul 20.15 acara dimulai. Dengan menggunakan konsep ‘radio’, dua MC kondang, Hazidah dan Risya membuka acara audiensi malam itu dari balik dinding dengan penuh semangat. Dinginnya malam pun tak mengurangi rasa antusiasme penonton dan tamu undangan menjawab sapaan khas Insantama, “Alhamdulillah,, Luar biasa,, Allahu akbar,, Yes !!!”

               
Sebagaimana audiensi sebelumnya, acara diawali dengan pemutaran film dokumenter angkatan 1 SMAIT Insantama, yang tahun lalu telah berhasil menginjakkan kaki di Malaysia dengan segala perjuangannya. Setelahnya, Ihsan dan Afif muncul sebagai presentator pertama. Dengan stelan jas hitamnya, kedua presentator ini mengungkapkan di hadapan para tamu undangan betapa Indonesia sangat berpotensi menjadi Negara gagal berikut dengan alasan pemicunya. Dan di akhir presentasi, keduanya merekomendasikan sebuah solusi model kepemimpinan terbaru dan terbaik, yaitu kepemimpinan transformasional.
Tamu dari Malaysia

                Presentasi kedua, tampillah Hazzi dan Saiful dengan kostum yang sama, stelan jas hitam. Mereka mempresentasikan alasan mengapa memilih Malaysia dan Singapura sebagai Negara yang dituju dalam kegiatan LKMA, juga tujuan dan output yang diharapkan dari kegiatan tersebut.

Syafini dan Salsa muncul sebagai presentator terakhir. Gamis corak bunga menghiasi keduanya saat mempresentasikan tawaran sponsorship oleh panitia demi terlaksananya kegiatan LKMA 2013.
                Saat presentasi berakhir, tepuk tangan riuh menghiasi aula SMPIT Insantama malam itu. Berbagai pujian dan apresiasi positif terucap dari para tamu undangan. “Anak-anak di Malaysia itu masih mikirin pokemon doraemon dan emon-emon yang lain, tapi siswa disini luar biasa” ujar salah satu tamu undangan yang merupakan salah satu orang tua siswa di Insantama. Lalu acara dilanjutkan dengan sesi Tanya Jawab yang dipandu oleh moderator acara, Muh. Afifuddin al-Fakkar.

                Waktu menunjukkan pukul 22.00, acara ditutup kembali oleh MC. Meskipun rasa kantuk menghinggapi para panitia, hal tersebut tidak mengurangi semangat perjuangan mereka. Dan Alhamdulillah, selangkah lagi telah mereka lalui dengan sukses menuju LKMA 2013 go to Malaysia dan Singapore.
LKMA 2013, Malaysia, Singapura, BISA !!! Allahu Akbar !!![sisimilikiti]

Senin, 27 Mei 2013

Day 3 : Berkunjung ke Kampus Gajah


ITB (Institut Teknologi Bandung)
Hari ini hari ketiga Big Bang ada di Bandung. Ada beberapa jadwal padat Big Bang di hari terakhir ini. Salah satu yang paling ditunggu adalah mengunjungi Institut Teknologi Terbaik di Indonesia, ITB. Meskipun bangun pagi sedikit lebih ngaret dari biasanya, Big Bang tetap melaksanakan sholat tahajud dan mandi pagi. Suasana sejuk dan air dingin kota kembang ini tidak menyurutkan semangat mereka mandi pagi. Meskipun setelahnya ‘rada-rada’ menggigil. Satu aktivitas pagi yang tidak lepas dari 3 hari kunjungan ini adalah gladi bersih. Sebelum unjuk gigi di ITB dengan melakukan 
MC : Sayid dan Fadhil
prsentasi, para presentator hebat melakukan gladi bersih sebagaimana telah dilakukan terus menerus selama dua hari belakangan ini. Gladi bersihnya tidak terlalu lama, hanya kurang lebih 45 menit. MC dan 3 pasang presentator melakukan sedikit simulasi. Tak ketinggalan breakfast hunting setelah gladi. Merupakan hunting sarapan terakhir Big Bang di Bandung. Setelah sarapan, sekitar pukul 8 pagi, bus UNPAD yang akan mengantarkan Big Bang ke ITB pun tiba. Jadwal pertama mereka adalah presentasi di depan kaka-kaka mahasiswa BEM ITB yang kalau di ITB disebut KABINET Keluarga ITB. Badan ini merupakan perkumpulan para mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan untuk memajukan mahasiswa ITB. Semacam OSIS gitu deh. Kaka-kaka KABINET menyambut Big Bang dengan hangat. Diawali dengan sambutan kecil dari Presiden KABINET yang baru dilantik, Ka Nyoman Anjani, dan dilanjutkan dengan sapaan khas dan hangat dari Bapak Karebet selaku pembina dari acara LKMA ini. Sebelum Big Bang memulai presentasi nya, ada juga sambutan dari ka Naufal selaku mentri koordinasi eksternal kampus dan perwakilan rektorat ITB. Ka Nyoman juga menjelaskan tentang badan mahasiswa yang ada di ITB. Baik itu strukturnya maupun kinerjanya. kaka-kaka KABINET benar-benar kerja keras dalam membangun beberapa bagian penting ITB. Kayak OSIS SMAIT Insantama banget tuh.

Selanjutnya, presentasi dari teman-teman Big Bang. Presentasi yang dibuka oleh Fadhil dan Sayyid selaku MC berjalan dengan lancar. Semua tak lepas dari 3 pasang presentator dan temen-temen Big Bang serta para pembina. Tiga pasang presentator yang bertugas kali ini adalah Fiki dengan Syifa, Syafini dengan Fatimah H, dan Addin dengan Luqman. Pujian tulus tak henti-hentinya di tuturkan para perwakilan mahasiswa ini. Malahan seorang kaka mahasiswa yang bernama Ka Wahyu selaku mentri koordinasi internal kampus mengatakan, “Bahkan presentasi kalian lebih bagus dari presentasi yang pernah kaka buat”. Pujian-pujian itu tidak meninggikan hati mereka, justru pelajaran baik banyak dipetik dari pertemuan kali ini dengan mahasiswa ITB. Karena apa? Karena mahasiswa ITB banyak memberikan informasi serta opini dari setiap pernyataan dan diskusi yang  terjadi kali ini.

SBM ITB
Kunjungan tidak berhenti di KABINET Mahasiswa ITB, kunjungan berlanjut ke SBM ITB (Sekolah Bisnis dan Management ITB) yang telah menunggu mereka pada pukul 11 siang. Kali ini Big Bang tidak presentasi di depan kaka-kaka SBM ITB. Karena waktu yang membatasi, akhirnya presentasi hanya dilakukan oleh Ka Irma selaku perwakilan dari SBM ITB. Ka Irma banyak memaparkan tentang SBM ITB, bahkan Ka Irma berharap Big Bang bisa masuk SBM ITB. Bukan hanya prsentasi dan diskusi luar biasa yang terjadi hari ini, keliling ITB pun sangat luar biasa. Kampus yang rimbun dan bagus ini sungguh luar biasa. Bangunan-bangunannya penuh dengan ilmu arsitektur yang tidak mudah. Suasananya pun banyak warna hijau, sehingga kampus ini tidak meninggalkan kesan asri didalamnya. Mahasiswanya memiliki keanekaragama, Baik agama maupun asal. Baik jurusan maupun fakultas. Acara potret-memotret tidak ketinggalan bagi seluruh member Big Bang. Jarang-jarang mereka bisa berkunjung bersama ke kampus yang luar biasa ini. Sarana dan pra sarana yang disediakan kampus ini pun lumayan lengkap.

Acara tidak berhenti hanya mengelilingi kampus ITB, sebelum akhirnya diskusi dengan mahasiswa Rohis ITB (HATI), Big Bang istirahat, sholat, dan makan siang di sana. Souvenir khas ITB pun tidak ketinggalan dari tangan dan mata-mata mupeng Big Bang. Pukul 14.30 tamu yang ditunggu untuk Sharing Session akhirnya datang juga. Sepasang suami istri yang masih sama-sama kuliah di ITB menceritakan banyak hal tentang ITB yang belum didapat dari diskusi sebelumnya. Kebayang deh info yang di dapatkan Big Bang banyak banget. Selepas diskusi, Bus UNPAD sudah menunggu untuk menghantarkan mereka kembali ke UNPAD. Tanpa ba’bi’bu’ lagi, Big Bang lepas landas meninggalkan kampus yang bakal ngengenin ini. Sesampainya di UNPAD, semua anggota Big Bang beres-beres untuk kembali ke Bogor. Ada kejutan di detik-detik terakhir kepulangan Big Bang. Guru mereka yang telah lama meninggalkan bumi Insantama kembali untuk menengok anak-anaknya tercinta yang kini telah semakin dewasa dan cerdas. Bu Lela beserta anaknya, Ara, melepas kagen bersama Big Bang. Tapi, lagi-lagi waktu memisahkan mereka. Karena bus yang akan membawa mereka ke Bogor telah tiba dan minta diisi. Setelah penutupan singkat dari dosen UNPAD yang telah berbaik hati menerima mereka, akhirnya Big Bang meluncur kembali ke Bogor. Hujan dan angin Bandung melepas kepergian Big Bang. Tapi itu semua tidak menghentikan acara shoping di pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Bandung.

Berfoto Bersama
Perjalanan kembali ke Bogor memakan waktu kurang lebih dua jam. Di asrama tercinta, mereka mendapat sambutan hangat dari keluarga besar Boarding School Insantama. Konvoi motor dan pekikan takbir serta hujan air menyambut rombongan Big Bang yang tiba pukul 22.00. Indah dan kesan pelajaran yang di dapat dari perjalanan tiga hari di Bandung ini membuat mereka semakin bersemangat menyongsong hadirnya LKMA 2013 Go To Malaysia and Singapore. Tunggu cerita dan pengalaman mereka selanjutnya. [DA]

Day 2 : A memoriable day in UNPAD

“WOW AMAZING” itulah kata pertama yang diucapkan oleh bu Weni setelah menyaksikan presentasi hebat dari BIG BANG.
Gedung Rektorat UNPAD Sumedang

Dinginnya kota Bandung tidak mengalahkan semangat mereka bangun sangat pagi untuk mandi dengan air yang dingin. Setelah azan berkumandang mereka berkumpul di masjid Al-Jihad untuk shalat subuh berjama’ah. Seperti biasa mereka berkumpul di tangga untuk briefing sebelum tampil didepan audiens yang sesungguhnya. Serta pagi ini pula secara resmi pergantian chief of delegation atau mereka menyebutnya dengan COD yang awalnya syaid menjadi maman. Namun perjalanan hari ini tidak didampingi oleh pak Karebet karena beliau ada pertemuan mendadak dan digantikan pak Andi.

Dengan bermodalkan jaket hitam berbahan parasut mereka berkeliling pasar dengan suasana dingin untuk mencari sarapan pagi dan tentunya mereka harus berhemat dari uang yang terbatas.

Jam menunjukkan pukul 07:25 salah satu bus UNPAD telah mendatangi mereka untuk dibawa meluncur ke UNPAD Sumedang yang jarak tempuhnya sekitar 1 jam. Namun mereka tidak bisa berangkat bersama karena salah satu dari bus mereka ada kesalahan teknis dan siap digunakan pukul 08:00 sehingga akhwat dipersilahkan berangkat lebih dulu.

Sesampainya di UNPAD Sumedang, mereka disambut dengan gedung mewah yang begitu besar dan asri dan ternyata gedung tersebut adalah gedung rektorat. Rombongan akhwat lebih dulu datang pada pukul 08:40. Sesampainya disana rombongan akhwat dipersilahkan terlebih dahulu masuk ke ruang pertemuan di lantai 1. Disini mereka disambut dengan baik oleh bu Wati.

Akhirnya rombongan ikhwan datang sekitar pukul 09:40 dan acara segera dimulai. Dengan lugas MC yang dibawakan oleh Ihsan dan Hanif dapat memecah suasana menjadi cair. Setelah itu pesentator pertama tampil yang dibawakan oleh Ida dan Rahmah. Dengan bahasa inggris yang fasih mereka mempresentasikan tentang bagaimana keadaan real yang terjadi di Indonesia khususnya remaja dan kepemimpinan. Setelah itu presentasi dilanjukan oleh presentator kedua yang dibawakan oleh Saiful dan Hazzi. Dengan khas sundanya mereka mempresentasikan mengapa mereka harus ke Malaysia dan Singapura. Setelah itu presentasi terakhir yang dibawakan oleh Luqman dan Syaid membuat audiens dan guru-guru tertawa karena mereka membawanya dengan kocak.

Presentasi selesai dan acara setelah ini adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh siswa-siswi kelas sebelas yaitu diskusi. Namun seperti paragraf paling awal, bu Weni sangat terpesona dengan presentasi yang dibawa mereka. Sangat surprise dan kagum, karena bu Weni merasa ini adalah siswa SMA yang luar biasa. Diskusi berjalan dengan lancar, dan tanpa terasa adzan dzuhur berkumandang. Dan selesailah misi mereka di gedung rektorat dan diakhiri dengan penyerahan cederamata.

Pukul 14:00
Misi mereka belum selesai sampai di rektorat saja. Setelah berkeliling mencari makan siang dan sholat di masjid, mereka menuju Fakultas Kedokteran dan masih di Universitas Padjajaran. Disana mereka dipandu oleh seorang perwailan dari Fakultas Kedokteran untuk mengajak siswa siswi kelas sebelas berkeliling. Disana mereka diajak melihat dunia kedokteran yaitu dunia atonomi, dunia skill kebidanan, perpustakaan dan melihat kelas mahasiswa yang sedang belajar. Dan perjalanan di Fakultas Kedokteran berakhir di sebuah ruang pertemuan yang disana mereka telah disambut oleh ibu yang menjabat sebagai dosen di Fakultas Kedokteran. Disana mereka dijelaskan tentang sejarah UNPAD , tentang kedokteran dan lain-lain.

Matahari mulai meredup dan misi mereka di UNPAD Sumedang berakhir.  Mereka pamit pulang dan diakhiri dengan penyerahan cederamata. Alhamdulillah misi mereka selesai dan mereka berjalan menuju bis untuk pulang ke base camp mereka yaitu mesjid Al-Jihad di UNPAD Bandung. Namun setelah dari UNPAD Sumedang misi mereka belum selesai, apa misi selanjutnya ?? 

Waktu maghrib telah tiba, rombongan kelas sebelas IPA SMAIT Insantama masih on the way dari Universitas Padjajaran Sumedang. Setelah mengarungi macetnya sebelum masuk kota Bandung, akhirnya dua bus rombongan bisa pulang ke base camp di masjid Al-Jihad sekitar pukul 06:30. Namun setelah turun dari bus mereka masih ada misi yang harus dijalankan, malam ini tidak bisa berisitirahat apalagi bermain. Dan mereka dibebaskan mencari makan dan sholat hingga pukul 07:30. Dengan waktu yang terbatas tersebut mereka memanfaatkannya untuk beres-beres, sholat, dan mencari makan diluar.

Waktu telah menunjukkan pukul 07:30, mereka pun telah berpakaian rapi lagi dan masih menggunakan batik yang tadi seharian dipakai. Namun tetap mereka masih segar dan bersemangat sekalipun diperkirakan hari ini adalah hari terpanjang dan melelahkan. MC dan presentator pun telah berlatih kembali sambil menunggu acara dimulai. Namun hingga pukul 08:00 belum ada tanda acara akan dimulai. Akhirnya ada yang terjatuh tidur, ada yang ngobrol dan sibuk mempersiapkan penampilan malam ini.

Satu jam kemudian

Alhamdulillah akhirnya setelah menunggu cukup lama, kakak-kakak yang akan melihat penampilan mereka datang juga. Setelah diusut kakak-kakak itu mengucapkan permintaan maaf karena dilanda macet. Dan acara pun dimulai. Namun sesaat sebelum acara mulai pak Karebet kembali ke tengah-tengah mereka dan masuk melihat acara berlangsung.

Kali ini mereka tampil dihadapan kakak-kakak pengurus DKM UNPAD. MC yaitu Dila dan Najway masuk dengan semangat yang membara, padahal waktu malam sudah semakin larut. presetator pertama dibawakan oleh Fakhri dan Maman membahas tentang fakta Indonesia. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha semangat agar audiens yang mendengarkan bangun dari kantuknya. Presentator kedua dibawakan oleh Jihan dan Fara. Dengan pelan-pelan dan fasih bahasa mereka membawa presentasi dengan membahas alasan mereka pergi ke Malaysia dan Singapura. Presentator terahir dibawa oleh Salsa dan Risya. Dua kembar batik biru ini membahas tentang bagaiman dana yang mereka dapat dan kemana saja tempat yang akan mereka tuju di Malaysia dan Singapura.

Akhirnya presentasi berakhir dan giliran kakak-kakak DKM UNPAD yang mempresentasikan organisasinya memperjuangkan islam ditengah-tengah sekolah mereka yang diliputi budaya barat. Dan dipenghujung acara mereka diskusi terpisah antara ikhwan dan akhwat dengan alasan agar bertanya lebih leluasa.

Dengan berakhirnya diskusi, acara malam ini berakhir dengan rasa kantuk yang tak tertahankan. Akhirnya mereka bersalaman dan menutup acara. Dan lebih luar biasanya misi hari ini berakhir pada pukul 12:00. Sungguh rekor yang luar biasa. Dan alhamdulillah misi mereka selesai dan waktunya berlayar ke alam bawah sadar.[sisimilikiti]

Minggu, 26 Mei 2013

DAY 1 : Kalian Adalah Mutiara-Mutiara Umat

warteg berbasis syariahdan khilafah
“Bangun.. Bangun..”. itulah kata yang pertama kali didengar oleh para peserta Pra LKMA 3 Go to Bandung (21/5). Tepat pukul 03.00 WIB para rombongan dari SMAIT Insantama Bogor yang telah terlelap di masjid Al-Jihad Universitas Padjadjaran  akhirnya dibangunkan. Tugas pertama untuk para peserta yaitu sholat tahajjud. Inilah hal yang tidak boleh ditinggalkan oleh siswa SMAIT Insantama Bogor dimanapun berada. Walaupun air sedingin es membuat tubuh serasa membeku, namun  tak jadi pantangan bagi para peserta untuk mandi malam sebelum subuh. Aktivitas yang sangat padat membuat para peserta mulai membersihan diri sejak awal.
Salah satu rukun sudah dilaksanakan, saatnya para peserta berkumpul di depan gedung Graha Sanusi Hardjadinata  sampai tiba waktunya sarapan pada pukul 06.15 WIB. Inilah saatnya pelantikan Chief Of Delegation yang akan bertanggung jawab dalam kegiatan rombongan pra-LKMA 3 Go to Bandung hari ini. Dan yang terpilih untuk menjadi Chief Of Delegation hari ini adalah Sayid yang berduet dengan asistennya, Afif. “Semoga kunjungan kita pada hari ini berjalan lancar” sambut Sayid. Inilah pelantikan pertama Chief Of Delegation yang nantinya akan diganti setiap harinya. Kegiatan berlanjut dengan jalan bersama menuju tempat makan yang berada di sekitar kampus.

Gedung Rektor UPI
Tanpa banyak diketahui oleh orang-orang ternyata terdapat juga warteg berbasis Syariah dan Khilafah. Warteg Bu Siti Namanya. Bahkan di sekitar dinding warteg dikelilingi beberapa poster seperti poster sistem keuangan dalam islam, sistem pemerintahan daulah dan berbagai macam poster ideologis lainnya.
Puas menghadapi hidangan yang murah meriah, kegiatan peserta akhirnya dilanjutkan dengan persiapan keberangkatan menuju Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Bisa yang ditumpungi rombongan memberangkatkan para peserta Pra LKMA 3 menuju UPI.  Waktu 20 menit yang ditempuh membuat para siswa-siswi semakin tidak sabar melihat wajah depan UPI.

Penyambut dari UPI langsung membawa kami ke tempat audiensi. Acara berlangsung dengan lancar. Diawali dengan pemutaran film pendek UPI yang mendeskripsikan universitas secara rinci, presentasi dilanjutkan oleh pihak Ikatan Mahasiswa Akutansi (IMAKSI) yang mempresentasikan beberapa program yang dilakukan oleh mereka.

Inilah saat puncak yang ditunggu-tunggu. Seperti biasa, keunikan presentasi LKMA dengan presentator yang seperti parodi menghebohkan suasana presentasi. MC yang diisi oleh dua orang terheboh, Nazhif dan Abduh memberikan kecerian di awal sebelum presentasi dimulai. Dengan presentator pertama pasangan Syifa Naila dan Atika membawa suasana yang serius sehingga para pendengar mulai bersiap dengan presentator-presentator berikutnya. Hal ini berlanjut dengan presentator kedua, Indira, yang berpasangan dengan Seka. Terakhir, pasangan Fatimah Azzahra dan Niki Dwiyanti menutup audiensi berbahasa Arab dan Inggris pun mencairkan suasana yang sempat tegang sebelumnya.
“Kita sendiri ketika menyaksikan siswa dari Insantama yang barusan presentasi tadi tercengang . Padahal kalian masih SMA. Kita sendiri sudah belajar tapi kok gak bisa seperti itu” komentar Bapak Zakaria, Kepala Urusan Kerumahtanggaan Direktorat Akademik UPI. “Kita berharap ada siswa-siswa di sini yang menjadi mahasiswa UPI agar kedepannya mampu mewarnai Indonesia” tambahnya.

Agenda tanya jawab yang berlangsung lumayan lama mampu memikat para dosen UPI yang semakin lama semakin panas. “Baru kali ini saya ditanya pertanyaan-pertanyaan berat seperti ini. Tanya saja mahasiswa yang ada di belakang, sudah lama belum ada yang bertanya semacam ini” jelas Bapak Arim Nasim, salah satu dosen UPI. Terus berlangsung sampai  agenda penutupan pun tiba.

Masjid Al Furqon yang akan digunakan rombongan untuk sholat sudah mengumandangkan seruan-Nya. Para siswa bergiliran ke masjid untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Kemudian, anak-anak “dipaksa” merasakan makanan yang dihidangkan oleh rektorat UPI jurusan Akuntansi. Makan bersama, sambil merasakan suasana kesibukan mahasiswa di sekitar gedung.

Dilanjutkan dengan pertemuan bersama perwakilan rektorat, Bapak Toni selaku kepala program studi akuntansi Universitas Pendidikan Indonesia. Diawali dengan pembacaan Al Quran dan sedikit penjelasan mengenai program studi Jurusan Akutansi.

Lalu tibalah saat pertemuan dengan KALAM UPI. Kajian Islam Mahasisiwa Universitas Pendidikan Indonesia ini merupakan salah satu UKM yang banyak diminati oleh masyarakat kampus. Dengan nama besarnya, UKM ini justru mempunyai tantangan yang paling besar dalam menjalani visi misinya.
MC:Nazhif dan Abduh

Acara diawali dengan pemutaran film mengenai KALAM UPI, yang kemudian dilanjutkan oleh presentasi dari pihak SMAIT Insantama. Kali ini MC diisi oleh pasangan Hasna dan Arin. Presentator pertama dari pasangan Almas dan Fathir, dilanjutkan oleh presentator kedua Aulia dan Reka, dan pasangan terakhir Nabila dan Syifa. Berbagai bahasa yang diucapkan oleh para presentator dapat membuat mahasiswa dari KALAM UPI terkagum.

“Kalo melihat mutiara-mutiara yang bersinar seperti putra-putri ini, kok saya ingin jadi gurunya ya?” komentar Luthfi Hafiduddin, Ketua Umum Kalam UPI. Memang ini tidak seperti yang yang dilakukan oleh mahasiswa biasanya.
Waktu pun membatasi kita. Pertemuan diskusi bersama mahasiswa KALAM UPI yang berlangsung sangat hangat akhirnya harus ditunda hingga pelaksanakan sholat maghrib. Namun, itu tidak menjadi penurun semangat para siswa SMAIT Insantama untuk berdiskusi lebih lanjut.

Perut siswa yang sudah mulai bergejolak menandakan waktunya mengisi perutnya masing-masing. Selalu tetap di warteg langganan “Bu Siti”, siswa ikhwan mengisi bahan bakar untuk aktivitas besok yang pastinya akan lebih berat.

Kembali ke tempat penginapan sementara kami “Masjid Al Jihad” kami merehatkan badan kami. Kami tahu besok adalah hari yang sangat melelahkan. Kunjungan selanjutnya ke Direktoran UNPAD dan Fakultas Kedokteran UNPAD telah menunggu kami. [114]

H-1 Permulaan dari Sebuah Tantangan


“Pesan dari kami, jangan lupakan Allah dan jangan lupakan kami”. Itulah sambutan pelepasan yang disampaikan oleh Ust. Muhibbuddin selaku mudir IBS Insantama (20/5). Dengan suasana yang syahdu, akhirnya rombongan pra LKMA 3 angkatan II “Big Bang” beserta empat pendamping pun diberangkatkan dari Kampus SMAIT Insantama menuju Masjid Nurul Amal untuk bersama-sama melaksanakan sholat maghrib berjamaah.

pak muhib menyampaikan pesan semangat kepada BIGBANG
Tepat pukul 18.30 WIB bus yang membawa rombongan Pra-LKMA 3 “goes to Bandung” pun datang. Berbekal semangat dan niat yang kuat akhirnya para peserta rombongan pun berangkat. Pembacaan doa dan sedikit pesan menjadi awal dari keberangkatan rombongan Pra-LKMA 3. Suasana yang meriah menyelimuti bus karena sudah tak sabar tiba di tempat tujuan. Perjalanan yang sangat menyenangkan, bersama satu angkatan ke Bandung di saat suasana malam hari dan penuh keceriaan.

Tengah malam tepat pukul 23.00 WIB bis dengan rombongannya datang di depan gedung Universitas Padjajaran dan disambut oleh beberapa orang dari DKM masjid Al-Jihad. “Selamat datang kepada para rombongan dari Pra-LKMA 3. Semoga dengan kedatangan anda semua ke tempat ini dapat memperoleh  manfaat yang sebesar-besarnya”. Sambut Kak Awal, Ketua Lembaga Dakwah Kampus Universitas Padjadjaran. Walau cuaca gelap menyelimuti tapi wajah ceria tetap mewarnai setiap peserta Pra-LKMA 3 ini.

Suasana dalam bus
Kami dibawa ke tempat dimana siswa dan guru akan menutup mata, yaitu sebuah masjid yang siap dihuni untuk 3 hari kedepan. Segala barang-barang bawaan para rombongan sudah bisa ditaruh di tempat yang sudah disediakan oleh DKM Masjid Al-Jihad. Setelah itu barulah berlangsung sedikit perbincangan dengan beberapa orang pengurus DKM yang bersedia menemani rombongan mulai dari persiapan keberangkatan sampai pelepasan dilaksanakan.


Perbincangan yang terjadi selama setengah jam tersebut membuat para siswa sudah mulai menutupkan “sebelah” matanya. Rasa kantuk karena lelah bertarung dalam perjalanan pun mulai terasa. Seperti biasa, semua rombongan menyiapkan segala sesuatunya untuk persiapan tidur. Dan tepat tengah malam seluruh siswa sudah tertidur pulas menanti tantangan yang akan keluar di hari esok. [114]

Selasa, 16 April 2013

PRA LKMA 5


Ya. Perjuangan kami masih terus berlanjut. Sabtu 07/04/2013, kami kembali melakukan audiensi. Dalam kesempatan kali ini, ketua Pengacara Muslim Indonesia, bapak Luthfi Hakim S.H beserta keluarga menjadi tamu kehormatan kami. Ucapan “Selamat datang kepada Ust. Luthfi Hakim dan keluarga di SMAIT Insantama” yang terpampang di layar monitor menunjukkan antusiasme peserta dalam menyambut kedatangan beliau.

Acara dimulai dengan pemutaran film LKMA tahun lalu, yang menjelaskan mengenai kesuksesan LKMA dan tekad angkatan “Big Bang” untuk mengulang kesuksesan dan menjadi lebih baik.
Dengan berakhirnya film, maka masuklah MC menggunakan format yang berbeda dari audiensi-audiensi sebelumnya. Dengan perpaduan kostum biru dan merah muda yang elegan, duet MC Icha dan Acha mengantarkan peserta audiensi menuju presentator-presentator yang akan menjelaskan apa itu LKMA, tujuan, penggalangan dana, dan segala bentuk pertanyaan lainnya. Dengan percaya diri, masuklah duet lelaki “ber-jas” Afif dan Almas sebagai presentator pertama. Mereka menjelaskan menggunakan bahasa Inggris mengenai latar belakang kegiatan LKMA. Duet ini dilanjutkan oleh presentator selanjutnya yaitu Nabila dan Arin, yang menjelaskan mengenai tujuan LKMA dengan menggunakan campuran bahasa Inggris dan Arab yang lancar. Duet para presentator pun diakhiri oleh pasangan Jihan dan Dila, yang memaparkan mengenai sponsorship dan dana LKMA dengan menggunakan campuran bahasa Inggris dan Arab yang menawan.
Pemaparan para presentator semakin menguatkan bahwa LKMA 2013 merupakan sebuah kebutuhan masa kini dan kegiatan yang memang harus dilaksanakan. Acara dilanjutkan dengan adanya forum diskusi antara siswa-siswi SMAIT Insantama dengan tamu kita, yang dipandu oleh Nazhif selaku moderator. “Luar biasa, kreatifnya oke banget. Saya bingung mau komentar apa. Bahasa Inggris sudah lancar, bahasa Arab sudah oke, dan kalian memiliki banyak point plus”. Itulah komentar pertama yang keluar dari mulut beliau.
Dalam kesempatan itu, beliau menceritakan beberapa pengalamannya dalam perjuangan pencarian dana kegiatan ketika beliau masih kuliah. Selain  suntikan motivasi, beliau juga memberikan pesan untuk kami ketika sudah terbang ke Malaysia dan Singapura. “LKMA ini adalah program yang luar biasa. Tidak semua orang bisa melakukannya.” Kata-kata beliau semakin menyuntik motivasi kami dalam menjalani kegiatan ini.
Sebelum acara ditutup, kami semua menundukkan kepala untuk memanjatkan doa yang dipimpin oleh bapak Luthfi Hakim sendiri. Akhirnya, acara pada malam hari ini ditutup dengan pemberian cindera hati oleh Bapak Ahmad Agus selaku perwakilan Islamic Boarding School Insantama. Tidak lupa kami juga bersalam-salaman dengan beliau dan keluarga.

Akhirnya “BIG BANG” kembali sukses mempresentasikan program besar kami, “LKMA goes to Singapura dan Malaysia.” Doakan kami dan tetap Semangat! [MS2AIR]

Jumat, 15 Maret 2013

Peristiwa lantai 19


Kembali lagi Big Bang melakukan pertempuran untuk kelanjutan LKMA. Namun kali ini pertempurannya tidak hanya monoton di dalam sebuah ruangan dan menghadirkan tamu spesial, namun pertempuran itu terjadi di gedung tinggi di lantai 19. Apa yang terjadi dan dimana lantai 19 itu ?

rombongan menuju "menara 165"

rombongan telah memasuki gedung "menara 165" lantai 1
PAGI ?? PAGI !!!
SEHAT ?? Alhamdulillah !!

itulah slogan yang dipaparkan oleh perwakilan dari ESQ business school yang dikunjungi Big Bang untuk melanjutkan presentasi yang ke-3. Rabu, 13 maret 2013 semua peserta kelas XI, presentator dan sejumlah guru ikut serta dalam acara presentasi yang ke-3 ini. Tepat pukul 06:45 bis rombongan Big Bang meluncur menuju Jakarta kurang lebih selama 2 jam 75 menit dan bis rombongan sampai di gedung “Menara 165” tepat pukul 09:15.

Rabu, 27 Februari 2013

Pra- LKMA 2


                LKMA masih dalam ‘perjalanan’. Sabtu, 16/2/2013, perwakilan siswa-siswi SMAIT Insantama melakukan presentasi di hadapan para tamu undangan. Dengan penuh antusias, mereka mempersiapkan semuanya, mulai dari ruangan, presentasi, hingga pakaian yang terlihat elegan dengan tetap menunjukkan ‘rasa’ Indonesia.
                Adalah Bapak Arim Nasim selaku dosen UPI dan Mr. Abdullah PhD, PhD yang berasal dari Inggris yang menjadi tamu presentasi kali ini. Setelah MC mempersilahkan para tamu untuk duduk di ‘kursi panas’, seluruh audiens menyaksikan film LKMA tahun lalu. Supervisor sekaligus pembina dari acara ini, Bapak Ir. Muhammad Karebet Widjajakusuma, menjelaskan kepada para tamu mengenai kesuksesan angkatan pertama siswa-siswi SMAIT Insantama dalam melakukan program LKMA.

Senin, 18 Februari 2013

Pra-LKMA 1


“Hai kalian anak-anak muda, jangan mau kalah dengan semangat orang-orang tua yang ada di sini! Tunjukkan semangat kalian pada mereka! Buktikan bahwa kita adalah arsitek perubahan!” Itulah salah satu ekspresi presentasi yang disampaikan oleh Addin sebagai presentator pertama di hadapan para perwakilan ESQ di aula SDIT Insantama, Sabtu 2/2/2013.
Acara yang dimulai pada malam hari pukul 20.30 WIB itu tidak menyurutkan semangat para peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMAIT Insantama kelas 10 dan 11. Didampingi beberapa perwakilan kelas 12, para presentator beserta mc sangat antusias dalam membawakan acara. Hal ini bukan hanya semakin menggetarkan ‘darah muda’ para peserta, tapi juga menimbulkan decak kagum perwakilan ESQ terhadap siswa-siswi SMAIT Insantama.
Duet ‘nyinden’ antar MC Syasya dan Seka yang menggunakan bahasa Inggris dilanjutkan juga dengan presentasi bahasa Inggris oleh presentator pertama yang menjelaskan mengenai ilmu-ilmu kepemimpinan yang efektif dan dibutuhkan oleh dunia saat ini. Semangat presentasi itu dilanjutkan oleh Syafini selaku presentator kedua yang memadukan 4 bahasa sekaligus. Inggris, Indonesia, Arab yang tentunya berlogat melayu yang lucu. Presentator asal Malaysia ini menjelaskan alasan kuat kenapa LKMA harus diadakan.
Tamu kali ini yang berasal dari Palembang semakin merasa bagaikan di rumah sendiri ketika dijamu oleh Maman yang berpresentasi menggunakan bahasa Palembang. Melalui penuturan Maman, terungkaplah proses yang dilalui siswa-siswi SMAIT Insantama hingga bisa menjalani Latihan Kepemimpinan dan Manajemen tingkat Akhir ke Malaysia dan Singapura.
Dengan berakhirnya presentasi dari Maman, maka berakhir pulalah acara presentasi hari itu. Sebelum ditutup, Pak Karebet membuka forum diskusi bagi siswa-siswi SMAIT Insantama yang ingin bertanya dan tertarik mengenai ESQ. Karena antusiasme para peserta, banyak pertanyaan yang terlontar di forum itu. Tapi, nilai terpenting yang bisa diberikan oleh Bapak Hasanuddin Thoyyib adalah bahwa kejujuran merupakan hal utama yang dibutuhkan oleh dunia kerja masa depan. Hal itu terbukti dengan dipercayainya Bapak Hasanuddin menjadi orang ke-2 ESQ setelah Ary Ginanjar karena kejujurannya. 
“Presentasi yang bagus. Lanjutkan!” Itulah komentar Bapak Hasanuddin dalam acara itu. Bahkan, kedua rekan beliau tidak bisa berkata apapun setelah mendengar paparan luar biasa dari siswa-siswi SMAIT Insantama. Sebuah undangan pun diberikan kepada siswa-siswi SMAIT Insantama untuk berkunjung ke ESQ business school akhir Februari mendatang.
Setelah semua acara selesai, semua peserta kelas 11 berkumpul untuk melakukan rapat evaluasi. Meski berjalan sederhana dengan persiapan apa adanya, di presentasi yang pertama ini siswa-siswi SMAIT Insantama sudah berhasil menorehkan sebuah hasil yang luar biasa. Namun, seperti kata pepatah, “Semakin berisi, semakin merunduk”, maka siswa-siswi SMAIT Insantama segera berbenah dan berkomitmen untuk menjadi lebih baik di presentasi-presentasi selanjutnya. [Al_Fatih1453]