Tampilkan postingan dengan label LKMA report. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LKMA report. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

LKMA 2013, sebuah catatan dari pembina

Alhamdulillah...luar biasa...Allahu akbar... Yes!!!  Alhamdulillah, selalu penuh syukur atas nikmat Allah Swt dari dulu, sekarang hingga nanti. Luar biasa, selalu merasa luar biasa, pantang putus asa, dan selalu haus akan prestasi karena kita adalah Muslim Terbaik. Allahu akbar, karena semua ini terjadi ataz izin Allah yang Maha Besar. Yes,  menjadi pamungkas agar keyakinan kita semakin kuat.

Latihan Kepemimpinan dan Manajemen tingkat Akhir 2013 atau biasa disingkat LKMA 2013 baru saja usai. Jamaknya sebuah program pelatihan, ada saja kisah-kisah yang tak terceritakan di dalamnya. Kisah itu seringkali menjadi bagian yang mengharubiru dan sungguh unforgetable. Entah itu untuk pesertanya, pembinanya atau juga orang lain yang konsen terhadapnya.
suasana di Kuala Lumpur

Kisah harian yang dialami delegasi SMAIT Insantama yang terdiri atas 38 siswa kelas 12 dan 8 Pembina dan Pendamping (2 Yayasan, 4 Guru dan 2 Wakil Orangtua Siswa) sudah tersaji dalam Kabar Reportase Harian di Blog spesial LKMA2013.blogspot.com. Tersaji lugas dengan gaya khas  siswa cergas. Insya Allah semua bisa sangat menikmati tulisannya. Ssst...sekadar info, mereka membuatnya sesaat setelah program harian selesai mereka laksanakan dan itu artinya reportase baru mereka buat di jam 22 sampai dengan 23 atau 24, sementara mereka sudah harus siap untuk program keesokan harinya pukul 4. Reportase ini mau tidak mau sudah harus selesai dan siap upload pada jam 6 pagi saat briefing harian dilaksanakan, jika tidak....hmmm mereka harus bersiap dengan ‘gempuran’ pertanyaan tajam dari para pembinanya! Weleh-weleh... Tegas sekali (tapi melihat faktanya, mungkin lebih tepat disebut  keras sekali) sikap para pembinanya. Tapi percayalah Nak, kami semua menitikkan air mata haru, meski – tentu saja – kami tahan agar jangan sampai tumpah ke bumi. Mengapa? Karena respon kalian yang luar biasa. Kalian selalu mau menuruti perintah, nasihat dan semua masukan kami. Kalian segera beristighfar ketika salah, bersujud syukur ketika selalu mendapat kemudahan dan sekaligus kebahagiaan di tengah kesulitan yang datang menerpa, berimprovisasi tinggi ketika mendapat tantangan dari kami. Singkatnya, kalian selalu always cemungudh apapun yang terjadi. Alhamdulillah... Sungguh, kami berjuang keras agar air mata ini tidak sampai jatuh! Uugh... Kami tak ingin mencederai suasana pelatihan yang so good, so nice, so delicious and so wauw....

Ok, back to the topic...  seperti judulnya, tulisan ini hendak melihat LKMA lebih dalam apa sesungguhnya yang tengah berkecamuk di pikiran dan hati para siswa peserta pelatihan, tentu saja dari sisi catatan pembina. Meski tidak bisa semua (wew, bayangkan akan berapa banyak jumlah halamannya kalau mesti merangkum 38 pendapat siswa yang bagus-bagus ini!) Ok, kita mulai...

Rabu, 01 Januari 2014

Secuil Kesan dari Pak Agung

LKMA 2013
Malaysia--Singapura ... Boleh..Boleh..Boleh,
LKMA Tak Sekedar Presentasi!


Tidak semua orang berkesempatan pergi ke luar negeri...
malaysia
Inilah kesempatan yang perlu disyukuri. Apalagi jika keadaan keuangan kita memang pas-pasan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.  Alih-alih punya pikiran ke luar negeri, kalaupun terbersit maka yang terbayang adalah kota Haromain. Ya, ini memang kota dambaan khususnya bagi seorang mukmin, baik yang mampu maupun yang tidak mampu. Selain pikiran untuk ibadah haji atau umrah maka kita bisa katakan: “Buat apa ke luar negeri?”
Mungkin di sebagian orang tidak ada masalah kalau jalan-jalan ke luar negeri, tapi kita yakin untuk ukuran  orang Indonesia pada umumnya, masih sangat sedikit golongan orang yang seperti ini.
singapore
Saya adalah golongan ‘orang Indonesia pada umumnya’.  Namun alhamdulillah... saya berkesempatan untuk pergi ke luar negeri.  Yes, we go to Malaysia and Singapore!  “We” karena saya adalah bagian dari rombongan LKMA 2013 SMAIT Insantama. Fourty five persons (teachers and students) joined in the programe.  Anda mungkin sudah terbayang berapa biaya untuk menjalankan program ini? Hampir dua peleton berangkat ke dua negara sekaligus.  Bukan atas biaya negara, atau diundang oleh negara yang bersangkutan.  Tapi kita memang ‘bondo dhewe’!
Inilah kehebatan pertama yang saya rasakan di LKMA ke-2 SMAIT Insantama, setelah LKMA ke-1 sukses di tahun sebelumnya. Hampir 200 juta rupiah biaya yang dibutuhkan untuk LKMA 2013. Dan ini sepenuhnya tergantung pada strugle para siswa kelas XII SMAIT Insantama untuk mendapatkannya dengan cara apapun yang dihalalkan syara’. Target waktu 11 bulan dimana mereka harus meng-collect dana tersebut.  Mencari sponsorship, menggalang donasi yang tidak mengikat, berwirausaha, hingga menabung.  Maka sekitar Rp.18.000.000,- menjadi target setiap bulan sejak mereka menjejakkan kaki di kelas XI.Di satu sisi, mereka juga akan menghadapi Ujian Nasional yang kurang 5 bulan lagi!  Ini kehebatan pertama....
inilah Pak Karebet 
Ngapain kita di LKMA??
Bergembiraaaa..... inilah jawaban yang keluar dari para peserta LKMA jika ditanya “ngapain kita hari ini?”.  Tapi benarkah di LKMA ini kita just happy-happy?  Apalagi kesan negara yang menjadi destinasi adalah Singapura. Negara yang selama ini sangat nyaman sebagai tempat melancong berbagai bangsa dan kepentingan.
Dimulai dari 10 November 2013 hingga sepuluh hari berikutnya kami menjalani ‘kegembiraan’ ini.7 hari di Maysia dan 3 hari di Negara Patung Singa Putih. 
Setiap hari, 04.00 waktu setempat (03.00 WIB) kita, baik guru pendamping maupun siswa, harus sudah bangun dan berpaikan rapi dengan uniform yang disepakati pada hari itu. Kemudian bersama-sama melakukan qiyamul lail dan bermunajat kepada Allah SWT.  Hampir setiap hari kami bertahajut dengan baju berdasi dan berjas dengan sepatu siap di luar SURAU. Sarung hanya digunakan untuk teman tidur.  Hingga waktu Shubuh, kita bersama-sama melaksanakan shalat berjama’ah.
Bagi saya pribadi, ini sangat memotivasi. Mengapa? Karena selama LKMA saya tidak pernah bolong dari qiyamul lail, sedangkan ketika saya di rumah, menegakkan shalat malam begitu berat dilaksanakan setiap hari!  Ini kehebatan kedua....
Bada shubuh,
Pak Andi bersalam hangat :D
Diteruskan dengan Evaluasi dan Persiapan.  Evaluasi untuk kegiatan yang telah dilalui, dan persiapan untuk mengkonsolidasi kegiatan di hari ini yang akan dilalui.Setiap pagi, masing-masing pembina (ada 7 person) memberikan penilaian terhadap apa yang sudah dilakukan oleh TIM.  Mulai dari hasil presentasi siswa, ibadah dan syakhsiyah mereka, kinerja kepanitiaan, hingga masalah kaos kaki yang digunakan oleh para siswa. Semua dievaluasi dan dinilai untuk mendorong para siswa semakin tampil excellent, meningkat kepercayaan diri mereka dan jiwa kepemimpinannya...

Pukul 08.00 WTS (waktu setempat), kita sudah OTW menuju tempat-tempat sasaran.  Sasaran LKMA memang universiti-universiti ternama di Malay dan Singapura. Meskipun ada juga sekolah menengah sederajat (Maktab Rendah Sains Mara-Johor) dan Kelompok Tokoh Muslim dan para Profesional (Singapura). -- Saya yakin cerita lengkap tentang tempat sasaran ini sudah dibahas habis di web.LKMA.2013. So, saya tidak perlu menceritakan detainya di sini--
Kami para pembina, dalam misi ini hanya bertugas untuk mengantarkan para delegasi, yaitu anak-anak kami SMA kelas XII. Yes, kami hanyalah sebagai pengantar saja... ibarat orang tua yang mengantarkan anaknya bimbel.  Kami hanya memastikan bahwa anak-anak kami aman dan terhormat datang sebagai delegasi sekolah di negeri orang.
pak rimun - pak agung - pak muhib
Para siswalah yang bertugas mempresentasikan hasil STUDI KOMPARASI DUA NEGARA tentang TRANSFORMASIONAL LEADERSHIP kepada para profesor, doktor, birokrat dan tokoh masyarakat di Malaysia dan Singapura.  Inilah tugas utama para siswa kelas XII mengunjungi dua negara tetangga untuk: give the best presentation to people.
Dan people disana adalah orang yang terbiasa dengan dua bahasa, Melayu dan English.  Maka semua siswa dituntut untuk menyampaikan presentasi itu dalam 2 bahasa plus satu.  Bahasa satu lagi adalah ‘Arabic.Inilah kehebatan ketiga...
Semua presentasi disampaikan ke dalam tiga bahasa tersebut, kecuali presentasi di dua tempat, yaitu KBRI di Malaysia dan Singapura.Why?  Karena di tempat ini adalah ‘rumah kita sendiri’.  Kita bertemu dengan ‘orang tua’ kita sendiri.  Sehingga kita menggunakan bahasa ibu kita.  Namun lebih dari itu, agar kita bisa banyak menyerap dan menangkap informasi dari ‘orang tua’ kita yang tinggal di negeri orang tersebut sebanyak-banyaknya dan seakurat mungkin, tanpa ada salah paham tentang Malaysia dan Singapura.
suasana audience saat presentasi di UM
Tidak sekedar Presentasi!
Yup.. presentasi adalah wasilah kita untuk menyampaikan ide/gagasan.  Inilah yang ingin saya sampaikan.Sedangkan ide yang kami bawa adalah tentang HARAPAN PERUBAHAN... Perubahan negeri Indonesia, Malaysia, Singapura, dan dunia menuju keadaan yang lebih baik.  Dan yang menyampaikan tought of ideology tersebut adalah para pemuda yang berusia 17 tahun di hadapan intelektual, birokrat dan tokoh.
Tentu ini membutuhkan planning dan pengorganisasian yang tidak asal-asalan, karena kita tahu siapa yang akan kita hadapi. Dan inilah yang pemuda-pemuda itu lakukan.  Mereka menentukan siapa orang-orang yang cocok diantara mereka untuk berbicara di instansi-instansi yang berbeda.
Dan apa yang mereka sampaikan kepada audiens dapat  diterima dengan baik. Dengan segala kekurangannya, audiens menyadari bahwa yang menyampaikan adalah anak-anak SMA.  Tapi audiens mengakui tidak ada anak seusia SMA yang berani membuat program seperti LKMA ini!  Tidak ada anak-anak SMA yang berani berbicara dengan ide PERUBAHAN ini.  “Kalian... (kata Pak Dubes RI Singapura), sudah seperti mahasiswa Tingkat IV!”  Subhanallah...Luar Biasa... Allahu Akbar... Yes!  Ini masih kehebatan keempat!
Inggih... jika kita berkaca pada sejarah penyebaran Islam di Nusantara oleh para Wali Songo, yang salah satunya berda’wah dengan wasilah wayang kulit maka tidak berlebihan jika saya mengatakan, bahwa LKMA inilah ‘Wayang Da’wah’ tersebut.  Anak-anak belia itu adalah para da’inya.  Dan kedatangan kita diterima dengan hormat dan kehormatan oleh sahabat-sahabat di negara jiran itu.
Sama-sama datang ke Malay dan Singapura, bukan sebagai TKI, bukan sekedar melancong, bukan pula sekedar study banding.  Memang, LKMA tidak sekedar presentasi!    Ini baru kehebatan kelima.....
Kegiatan kunjungan rata-rata berakhir pukul 22.00 WTS.
Dengan badan letih namun tetap full of spirit, kami pulang menuju kolej-kolej kita. Setiap hari para siswa harus membuat reportase harian dan di-upload di web yang mereka buat sendiri.  Ada yang memang bisa langsung tidur, dan ada pula yang harus bertahan di depan layar laptop untuk mengerjakan tugas. Tidak terkecuali para pembina.
Semua waktu optimal untuk diskusi, observasi, latihan berda’wah dan menjalin public relation di negri jiran tersebut.
Bolehkah kita ‘membeli belah’ alias shopping? Tentu boleh... “Waktu Anda 40 menit dari sekarang!” kata PaKar (Pak Karebet).  Itupun cuma 2 kali. Satu di Central Market Malaysia dan satu lagi di area Mustofa Market-Singapura. ‘Belah’ yang dibeli pun ‘belah’ yang istimewa yang akan dipersembahkan untuk ummi dan abi mereka...
Bagiku, ini adalah Amazing Programe!  Disana saya banyak belajar dan menimba hikmah, baik dari muatan acaranya, dari anak-anak, dan dari kehidupan negara lain.  Saya sangat menantikan masa dimana ketika saya pergi ke 2 negara itu, mungkin bisa lebih dari Malay & Singapor, sudah tidak lagi menggunakan paspor dan sibuk dengan urusan imigrasi. Insya Allah akan tiba masa itu!
Bogor, Desember 2013
Mr. Agung








Jumat, 22 November 2013

#H+10 “LKMA 2013, Malaysia-Singapura, WOW!”

“WOW! Setelah melihat presentasi kalian di depan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura kemarin, bapak tidak ragu-ragu untuk memberikan nilai sempurna. 100!!!” itulah salah satu komentar Dr. Rimun Wibowo, selaku “Chief of Delegation (COD)” LKMA 2013. Beliau yang terkenal sulit memberikan nilai tinggi, tidak segan-segan untuk memberikan nilai sempurna, bahkan tanpa kritikan sedikit pun! Luar biasa!!

Kamis, 21 November 2013

#H+9 "It's A Great Day Ever"

 “Adik-adik menampilkan hal yang berbeda, presentasi dengan teknik bercerita seni intelektual, seperti mahasiswa kuliah tingkat empat, bisa membaca situasi, bahasanya baik, substansinya luas dan dalam dan confidence. Congrat and we are very proud” komentar dari Bapak Andri Hadi selaku  Duta Besar Indonesia di Singapura, yang juga sedang menjalani masa sidang doctornya.

Selasa, 19 November 2013

#H+8 "WOW ! Everything Looks Perfect From Far Away"


the most great presentator ever ^^
“Your school has done very well. And We’re feeling happy to meet you, Guys. This is what we can proud of. Hope you will be the next leader in the future”
Mohd. Anuar Yusop – Executive Director of Association of Muslim Professionals (AMP)

Different days, different ways.

Senin, 18 November 2013

#H+7 “Ketukan Pintu di MRSM”

ucapan perpisahan dari pihak siswa MRSM
Minggu, 17 November 2013. Kembali terdengar suara ketukan di pintu, membangunkan siapapun dari alam mimpi. Rasanya jiwa dan raga sedang tidak bisa berkontribusi, akibat jadwal kemarin yang cukup padat dan melelahkan. Tapi mengingat hari ini adalah hari terakhir di Maktab Rendah Sains Mara, kami tak kehilangan semangat. Walau tak dapat dipungkiri, terdapat awan mendung di wajah kami. Bagaimana tidak, harus meninggalkan tempat yang nyaman bagi kami?

#H+6 "Sabtu Seru di Johor Bahru !"

Waktu menunjukkan pukul 03.00 waktu setempat, sudah saatnya tim LKMA 2013 untuk bangun dan bersiap untuk mengawali hari kedua di Johor Bahru. Hari ini kami dijadwalkan untuk bertemu dengan perwakilan siswa dari Maktab Rendah Sains Mara (MRSM). Kami akan mempresentasikan LKMA dan berdiskusi tentang kepemimpinan dengan pihak MRSM. Setelah mandi dan bersiap diri, kami berangkat menuju surau untuk sholat tahajjud dan membaca ayat-ayat Qur’an.

Minggu, 17 November 2013

#H+5 “Robotic di ujung selatan Malaysia”

Terdengar sayup-sayup shalawat dari speaker surau Maktab Rendah Sains Mara. Satu per satu mata yang terpejam, terbuka meskipun masih terasa berada di alam mimpi. Seperti berada di asrama, berbondong menuju ke surau melasanakan shalat tahajjud yang diteruskan dengan subuh berjamaah. Salah satu yang menarik di subuh ini adalah para siswa yang akan ujian ini mereka tidak tidur di bilik melainkan tidur di surau, mereka bangun sendiri tanpa dibangunkan oleh pembina mereka. Dan salah dua-nya yang menarik di hari ini adalah  Dress code yang digunakan akhwat cukup membuat silau mata, jilbab hitam dan kerudung hijau tosca. Begitu pula dengan ikhwan mereka terlihat lebih dewasa dengan kemeja dan jas yang mereka kenakan.

#H+4 “dari Timur ke Selatan Malaysia”

Dua Tiga Ular berbisa
Malaysia Singapura Bisa

“Huaahh…”. Sungguh kejadian hari kemarin merupakan kejadian yang sangat melelahkan. Bangun tidur terasa ada beban yang menimpa badan. Itu sudah menjadi kebiasaan empat hari berada di Kuala Lumpur. Tapi, nanti dulu, ada sesuatu yang membuat kami lebih semangat bangun daripada hari-hari sebelumnya. Hari ini kami akan mengunjungi ‘rumah kami’ yang berada di Kuala Lumpur, dilanjutkan ke Johor yang nantinya akan menjadi tempat menginap kita nanti selama tiga hari ke depan.

#H+3 “Rise The Discipline”

Normalnya, Kolej 10 dan 11 pada pukul tiga pagi masih lengang. Tapi itu dalam kondisi normal ya? Kali ini dua Kolej tersebut dalam kondisi special karena dua keadaan: satu,  karena dua Kolej itu adalah tempat menginap tim LKMA 2013 selama di Kuala Lumpur, tepatnya d University of Malaya. Kedua, karena hari ini tim harus berada pada tempat berkumpul lebih cepat dari biasanya. Membuat personil LKMA 2013 kalangkabut bersiap-siap. Tapi bukan tim LKMA namanya kalau tidak bisa memenuhi komando Pembina. Tepat sebelum adzan shubuh di Surau, semua tim baik Ikhwan maupun Akhwat sudah berkumpul di surau Kolej 11.

suasana briefing pagi hari
Semua tim LKMA 2013 melaksanakan shalat shubuh berjama’ah seperti biasanya. Setelah semua urusan di dalam surau, seluruh tm berpindah lokasi. Tempat pertemuan dan evaluasi seperti biasa, Kantin Kolej 11. Ritualpun dimulai. Pak Kerebet sebagai Pembina umum Tim LKMA yang mengaku hanya asisten COD LKMA, Pak Rimun, membuka pertemuan dengan sepotong dua potong kata. Kemudian dilanjutkan oleh Pembina-pembina yang lain secara bergantian, kecuali Bu Ita (FOSIS), hal ini dikarenakan beliau sedang mengobati salah satu anggota tim  yang diuji dengan rasa sakit.

pak agung memberikan komentar
briefing presentator hari ini : Hazzi dan Hanif
Tidak ada nasehat yang tidak berarti. Maka dari itu semua ang disampaikan oleh Pembina atas evaluasi kerja tim hari kemarin adalah hal yang sangat berarti. Hal yang paling mencolok pada semua evaluasi adalah perkaaan Pak Andi “setelah 2 hari yang lalu tensi kegiatan terus mengalami kenaikan dan hari kemarin bisa dibilang ‘menurun’. Hal ini mengakibatkan kedisiplinan diantara tim kembali menurun…” demikian Pak andi menyampaikan Nasehat yang sangat menyadarkan tim LKMA. Bertekad tidak akan mengulangi hal yang sama pada waktu yang akan datang.

Ritual evaluasipun selesai dengan damai, walau Pak Andi masih menjalani hukuman percobaan dari Pak Karebet. Dilanjutkan dengan serah terma jabatan COD harian hari ke-2 kepada COD Harian hari ke-3. Pengucapan ikrarpun berjalan dengan baik. Damai dan tentram kecuali pada pengucapan ikrar di ikhwan. Terjadi ‘saling tampar’

#H+2 “Rihlah ke Sudut Malaysia”

Perjuangan kami di negeri tetangga masih berlanjut. Sama seperti hari sebelumnya, pagi di hari ketiga ini (12/11/13) kami awali dengan sholat tahajjud dan sholat subuh berjamaah di suraunya masing-masing.  Surau akhwat di kolej 11 dan ikhwan di kolej 10. Seperti biasa juga ikhwan harus berjalan dulu ke kolej 10 untuk melakukan briefing bersama di kantin kolej 11 tepatnya pada pukul 06.00 waktu setempat. Briefing dan evaluasi ini selalu dilakukan agar kami senantiasa menjadi manusia yang lebih baik dari hari sebelumnya. Satu per satu Pembina pun memberikan masukan dan evaluasinya. Semua evaluasi dapat di simpulkan bahwa kemampuan dan team building di hari kemarin lebih solid dari pada hari sebelumnya.

evaluasi dan briefing

Rabu, 13 November 2013

#H+1 “Malaysia Singapura..?? Boleh !!”

Bismillahirrahmanirrahim…

Senin, 11 November 2013

                Belum lagi matahari menampakkan wujudnya di langit negeri Jiran, waktu masih menunjukkan pukul 3.30 dini hari, para peserta LKMA 2013 telah memulai aktivitasnya. Beberapa memilih mandi, dan beberapa lainnya memilih melaksanakan sholat tahajjud terlebih dahulu. Sejam kemudian, semua telah rapih dan bersiap menuju surau Daar Al-Hikmah, sesuai instruksi Chief of Delegation hari ini. Para peserta bertadarrus al-Qur’an menunggu kumandang adzan subuh yang tak kunjung terdengar, padahal jarum panjang telah mencapai angka 5. Ditengah suasana itu, Seolah bumi ikut berduka, hujan turun dengan lebat seiring dengan berita duka yang datang dari Bu Yuni. Innalillahi wa inna ilaihirajiun

Selasa, 12 November 2013

#H "Yang Dinanti Pun Tiba"

spanduk LKMA terpajang di jalan tol
Hari yang dinanti akhirnya datang juga, setelah sekian lama kami menunggu hari itu. Ya, Ahad, 10 November 2013. Kami delegasi SMAIT Insantama akhirnya berangkat juga untuk Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Akhir (LKMA) ke Malaysia dan Singapura. Sebelas bulan kami lalui dengan jatuh bangun perjuangan demi mengumpulkan dana minimal 185 juta.

#H - 1 “Melepas BIGBANG Menggapai Mimpi’’

Special. Satu kata untuk menggambarkan hari ini. Hari ini, tepat pada tanggal 9 November adalah hari dilangsungkannya acara resmi “Pelepasan BIGBANG” sebelum keberangkatan mereka esok ke negara tujuan mereka, Negeri Jiran Malaysia dan Negeri Jiran Singapore.

Semalam suntuk panitia menyiapkan acara pelepasan yang dirancang seindah mungkin dengan nuansa penerbangan. Di saat yang bersamaan BIGBANG sedang packing mempersiapkan barang bawaan mereka. 
Dan pagi ini panitia memberikan persembahan terbaik yang mereka miliki. BIGBANG digiring untuk masuk ke dalam nuansa ilusi penerbangan pesawat ‘Bigbang Airlines’, setelah sebelumnya dikumpulkan pada pukul 07.15 WIB. Dengan memberikan boarding pass ‘Bussiness Class’ dan pengecekan oleh para panitia yang menyamar menjadi pramugari. BIGBANG dipersilakan menduduki kursi sesuai nomor tiket yang mereka punya. Acara pelepasan pun dimulai.

Pembukaan oleh MC yang keren.

mc keren










Senin, 04 November 2013

Semarak Penyembelihan Hewan Qurban

Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Laailahaillah Huwallahu Akbar..

Alhamdulillah tahun 2013 ini SIT Insantama kembali melaksanakan hajatan besar yang dilakukan setiap tahunnya yaitu “penyembelihan hewan qur’ban”. Kamis 17 Oktober 2013 atau 12 Dzulhijah 1433 adalah hari dimana semua staf, guru dan murid-murid dari kelas 1 SD hingga 3 SMA ikut merayakan hari penyembelihan hewan qurban. Walaupun mereka baru saja menikmati liburan Idul Adha, namun mereka tetap semangat untuk memeriahkan hari penyembelihan hewan qurban tersebut. Dihari sebelumnya yaitu hari Rabu, tenda telah terpasang dengan rapi dan hampir menutupi seluruh lapangan depan gedung 2 SIT Insantama.

31 Agustus 2013

      Satu persatu penonton audiensi LKMA 2013 semakin memenuhi aula gedung II SIT Insantama. Terutama kelas 10 yang belum pernah melihat kakak kelasnya presentasi terlihat antusias. Di akhir Agustus lalu yaitu sabtu, 31 Agustus 2013 LKMA kembali melakukan presentasi untuk penggalangan dana.

        Dan tamu kali ini dua perwakilan dari FOSIS (Forum Orang Tua Siswa) yaitu Ustadz Fanani (ketua FOSIS SMAIT Insantama) serta Ustadz Ubaidillah. Karena

Selasa, 17 September 2013

2 Juta untuk 2 Desa

Gak terasa ya, bentar lagi Idul Adha. Tahun ini berkurban apa ya? Sapi atau kambing? Hm.. pesan hewan kurban dimana ya? Yang lulus kriteria untuk hewan kurban? Dan harga terjangkau? Kira-kira ada yang bisa kasih jawaban???

Anda punya masalah disini solusinya~

Panitia LKMA 2013 Go to Malaysia and Singapore menawarkan kesempatan emas untuk berbagi kepada sesama melalui program kurban "2 juta untuk 2 desa". Dengan menunaikan biaya kurban sebesar 2 juta rupiah, anda sudah dapat berbagi di idul adha untuk warga di 2 desa. Lebih dari itu, banyak keuntungan bisa anda dapatkan dengan berkontribusi dalam kegiatan ini.Tertarik? Hubungi kontak dibawah ini :



Selasa, 13 Agustus 2013

RG for LKMA Surabaya


Suasana Ramadhan Gathering for LKMA 2013
Fundrising atau dana kreatif merupakan salah satu sumber dana LKMA 2013. Nah, pada special episode kali ini findrising dilakukan dengan cara yang berbeda yaitu RG for LKMA di surabaya. Tujuan RG for LKMA ini bukan hanya untuk mencari uang saja, tetapi melatih kita untuk berkoordinasi dengan orang tua. Disini menunjukan keberhasilan hubungan (komunikasi) antara anak dengan orang tuanya”. [Fara, presentator]

Alhamdulillah.. Luar biasa.. Allahu akbar!! Itulah yang dirasakan tim Surabaya saat menjalani Ramadhan Gathering (RG) for LKMA 2013 pada tanggal 31 Juli 2013 di Kediaman Pak Rofi (Ayah Ahsin F) yang dihadiri oleh para pengusaha dan orang tua dari presentator, yaitu Pak Abdullah Muthi (Ayah Najway AR) berserta keluarganya, Pak Slamet (Ayah Latifatur R). Didampingi oleh Pembina Kesiswaan yaitu Pak Muhammad Karebet Widjajakusuma.  Optimis, semangat, patang menyerah, hadapi tantangan, berani mengambil resiko, dan tawadlu selalu mereka tancapkan pada diri mereka masing-masing. Subhanallah, benar-benar cermin architect of chance.

Sabtu, 10 Agustus 2013

2013

Sebelum anda membaca reportasi ini, sebaiknya anda melihat daftar pengunjung disebelah kanan ini. Mungkin sekarang sudah mencapai dua ribuan lebih. Itu biasa, angkanya juga tidak cantik.

Secara tidak langsung blog ini sudah resmi menjadi koran update kegiatan LKMA 2013. Dan blog ini bisa dikatakan sangat laris. Kemarin  tanggal 25 juli 2013, blog ini mendapatkan pengunjung  yang ke 2013. Dan pengunjung ke 2013 ini adalah ketua LKMA kita, yaitu Muhammad Afifuddin Al-fakkar. Dan beliau berhasil mendapatkan dokumentasinya. Dan kami menganggap hal ini unik sehingga kami membuat laporan reportasi.

pengunjung ke- 2013

Semoga kejadian kebetulan ini membuat blog ini semakin laris hingga pengunjung ke 10.000. [sisimilikiti]

Minggu, 04 Agustus 2013

D-2 Audiensi LKMA di Kalimantan Timur

Hari terakhir(28/07/13) Ramadhan Gathering for LKMA 2013. Masih sesuai rencana awal, hari ke-2 LKMA ini akan bertempat di Kota Samarinda, Ibukota Kalimantan Timur. Rencana keberangkatan Tim LKMA Kaltim + Rusy, adalah pukul 08.00 pagi. Lokasi tempat berkumpulpun sudah ditentukan, yaitu Kediaman Fauziyah Salsabila. 

Setelah semua kru berkumpul, termasuk para Ayah, semuanya berangkat ke Samarinda menggunakan 2
buah mobil. Perjalanan menuju Samarinda memakan waktu sekita 2,5 jam menggunakan mobil. Tidak banyak kendala dalam perjalanan menuju Samarinda. Pukul 12.15, Tim sampai di lokasi. Kali ini Tim LKMA akan presentasi pada sebuah Ball Room Hotel. Tepatnya pada Hotel Grand Victoria Samarinda.

Karena waktu tiba Tim LKMA Kaltim bertepatan dengan shalat dzuhur, jadi Tim LKMA melakukan Shalat dzuhur dan istirahat sejenak setelah perjalanan Balikpapan-Samarinda. Pukul 13.15 siang, Tim LKMA menuju lokasi presentasi dan mulai mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk presentasi. Karena Tim ini hanya terdiri dari siswi asal Kaltim dan tidak disertai oleh Tim Logistik LKMA, jadi segala sesuatu, mulai dari projector, layar, sound system dll. Dipersiapkan oleh Tim Kaltim dibantu oleh para Ayah.