Senin, 18 Februari 2013

Pra-LKMA 1


“Hai kalian anak-anak muda, jangan mau kalah dengan semangat orang-orang tua yang ada di sini! Tunjukkan semangat kalian pada mereka! Buktikan bahwa kita adalah arsitek perubahan!” Itulah salah satu ekspresi presentasi yang disampaikan oleh Addin sebagai presentator pertama di hadapan para perwakilan ESQ di aula SDIT Insantama, Sabtu 2/2/2013.
Acara yang dimulai pada malam hari pukul 20.30 WIB itu tidak menyurutkan semangat para peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMAIT Insantama kelas 10 dan 11. Didampingi beberapa perwakilan kelas 12, para presentator beserta mc sangat antusias dalam membawakan acara. Hal ini bukan hanya semakin menggetarkan ‘darah muda’ para peserta, tapi juga menimbulkan decak kagum perwakilan ESQ terhadap siswa-siswi SMAIT Insantama.
Duet ‘nyinden’ antar MC Syasya dan Seka yang menggunakan bahasa Inggris dilanjutkan juga dengan presentasi bahasa Inggris oleh presentator pertama yang menjelaskan mengenai ilmu-ilmu kepemimpinan yang efektif dan dibutuhkan oleh dunia saat ini. Semangat presentasi itu dilanjutkan oleh Syafini selaku presentator kedua yang memadukan 4 bahasa sekaligus. Inggris, Indonesia, Arab yang tentunya berlogat melayu yang lucu. Presentator asal Malaysia ini menjelaskan alasan kuat kenapa LKMA harus diadakan.
Tamu kali ini yang berasal dari Palembang semakin merasa bagaikan di rumah sendiri ketika dijamu oleh Maman yang berpresentasi menggunakan bahasa Palembang. Melalui penuturan Maman, terungkaplah proses yang dilalui siswa-siswi SMAIT Insantama hingga bisa menjalani Latihan Kepemimpinan dan Manajemen tingkat Akhir ke Malaysia dan Singapura.
Dengan berakhirnya presentasi dari Maman, maka berakhir pulalah acara presentasi hari itu. Sebelum ditutup, Pak Karebet membuka forum diskusi bagi siswa-siswi SMAIT Insantama yang ingin bertanya dan tertarik mengenai ESQ. Karena antusiasme para peserta, banyak pertanyaan yang terlontar di forum itu. Tapi, nilai terpenting yang bisa diberikan oleh Bapak Hasanuddin Thoyyib adalah bahwa kejujuran merupakan hal utama yang dibutuhkan oleh dunia kerja masa depan. Hal itu terbukti dengan dipercayainya Bapak Hasanuddin menjadi orang ke-2 ESQ setelah Ary Ginanjar karena kejujurannya. 
“Presentasi yang bagus. Lanjutkan!” Itulah komentar Bapak Hasanuddin dalam acara itu. Bahkan, kedua rekan beliau tidak bisa berkata apapun setelah mendengar paparan luar biasa dari siswa-siswi SMAIT Insantama. Sebuah undangan pun diberikan kepada siswa-siswi SMAIT Insantama untuk berkunjung ke ESQ business school akhir Februari mendatang.
Setelah semua acara selesai, semua peserta kelas 11 berkumpul untuk melakukan rapat evaluasi. Meski berjalan sederhana dengan persiapan apa adanya, di presentasi yang pertama ini siswa-siswi SMAIT Insantama sudah berhasil menorehkan sebuah hasil yang luar biasa. Namun, seperti kata pepatah, “Semakin berisi, semakin merunduk”, maka siswa-siswi SMAIT Insantama segera berbenah dan berkomitmen untuk menjadi lebih baik di presentasi-presentasi selanjutnya. [Al_Fatih1453]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar