Selasa, 19 November 2013

#H+8 "WOW ! Everything Looks Perfect From Far Away"


the most great presentator ever ^^
“Your school has done very well. And We’re feeling happy to meet you, Guys. This is what we can proud of. Hope you will be the next leader in the future”
Mohd. Anuar Yusop – Executive Director of Association of Muslim Professionals (AMP)

Different days, different ways.

Raga sudah tak tahan ingin bangkit dari lelapnya tidur. Waktu masih menunjukkan pukul empat pagi waktu setempat. Namun para peserta LKMA satu per satu bangun dari tidurnya dan bersiap untuk menghadapi hari pertama di Singapura. Bangun pagi memang sudah menjadi kebiasaan para peserta LKMA. Namun pagi ini, dinginnya AC di kamar kami juga menjadi faktor pendukung untuk cepat terbangun dari lelapnya tidur.

Unik memang.
Sejak tadi malam hingga dua hari kedepan, kami akan beristirahat dan tidur di rumah kami yang berada di Singapura. Ya, di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. Para delegasi LKMA 2013 begitu bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak KBRI Singapura atas kesediaan membantu kami, calon pemimpin masa depan. Sungguh tempat yang nyaman. Wow! Berada di dalam gedung KBRI dari malam hingga pagi, kapan lagi?

Puji syukur kembali, KBRI Singapura adalah satu-satunya KBRI yang mempunyai masjid sendiri. Sehingga kami pun sangat mudah untuk pergi ke masjid guna melaksanakan shalat tahajjud dan tilawah Al-Qur’an. Saat pergi ke masjid, kami melihat banyak orang yang tak kami kenal juga berseliweran di sini. Tak terasa adzan shubuh telah berkumandang. Pukul 05.50 shalat shubuh dimulai dengan imam Ust.Muhibbuddin.

tausiyah untuk ibu-ibu TKW oleh ustad Muhibuddin
Seusai shalat shubuh, para delegasi LKMA 2013 Goes to Malaysia and Singapore dipertemukan dengan para TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang sedang dicamp di KBRI Singapura. Dan ternyata merekalah yang kami lihat berseliweran sebelum shubuh tadi. Atas dasar keimanan, Ust.Muhibbuddin menyampaikan nasehat kepada kami semua tentang apa itu Islam, untuk apa kita hidup di dunia, mau kemana setelah di dunia, dan bagaimana cara mempersiapkannya. Para TKW begitu antusias mendengarkan materi yang disampaikan Ust.Muhibbuddin. Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Bapak Ridwan Hasan berkomentar dengan semangat, “Saya bersyukur sekali telah mendapatkan ceramah gratis pagi ini. Tentunya hingga Rabu nanti, ya?  Barangkali diantara Ibu-ibu (TKW) ada yang punya sanak keluarga, sekolahkanlah di Insantama.”

the first breakfast at singapore and it's so expensive 
Agenda harian berikutnya, evaluasi. Evaluasi pagi ini dilakukan di kantin milik KBRI Singapura. Tubuh kami memang sedikit lemas karena dinginnya suhu ruangan kamar, maka sarapan didahulukan. Nasi goreng plus ikan asin yang merupakan menu makan paling sederhana sekaligus paling murah di sini menjadi santap pagi kami hari ini. Kami memakannya dengan lahap, meski cukup terkaget dengan harganya yang jauh lebih mahal daripada di Indonesia. Hampir lima kali lipat. Wow!

Dengan cepatnya, coach kami, Bp.Karebet Widjajakusuma, membaca situasi yang ada. Beliau segera memulai evaluasi. Beliau terus mengingatkan bahwa kami harus terus bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Hal serupa disampaikan Ust.Muhib yang memberikan nilai double kill, 100 untuk nafsiyah dan 100 untuk aqliyah.Pak Andi memberi selamat kepada kami semua dengan melakukan standing applause. Sedangkan Bu Hestri dan Pak Agung lebih memberikan saran agar semakin mendekati akhir LKMA, maka kualitas kami juga harus terus mengingkat. Terutama dalam teknik presentasi, harus tetap maksimal dalam kondisi apapun. 99 merupakan nilai yang kompak dari Beliau berdua. Chief of Delegation kami, Dr.Rimun Wibowo kali ini mengingatkan tentang keaktifan bertanya dan berdiskusi yang harus terus kami jaga dan tingkatkan. Dan beliau masih tetap memberikan predikat “W-O-W” pada para peserta LKMA 2013. Atas prestasi yang kami dapat, Pak Karebet memberikan nilai 400. Meski masih cukup jauh dari target nilai 500, tapi beliau memberi apresiasi dalam bentuk lain, yakni biaya sarapan pagi ini akan ditanggung oleh panitia. Alhamdulillah..

alhamdulillah sampai juga di 'gerbang' NTU
Pukul 10.10 waktu setempat. Udara segar mengiringi kami berangkat dari KBRI Singapura menuju tujuan-tujuan kami hari ini. Insyaallah tujuan kami hari ini adalah National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), dan Association of Muslim Professionals (AMP). Bas persiaran yang nyaman siap selalu untuk mengantar jemput kami hari ini. Di tengah perjalanan, Pak Andi membacakan pesan perjuangan yang dikirimkan dari Johor oleh Ibunda kami tercinta, Mrs.Zainun. Beliau berpesan agar kami terus berjuang hingga Islam kembali diterapkan dan ditegakkan di muka bumi ini.
akhirnya bisa mengambil foto di NUS

Ketika memasuki kawasan NUS, para rombongan sedikit terpukau dengan konsep arsitektur dan tata letak gedung di sana. NUS memiliki konsep arsitektur eco-modern. Yaitu memadukan antara teknik arsitektur dan design modern, dan dipercantik dengan sedikit warna hijau pada catnya. Dan di sepanjang jalan yang kami lalui di kawasan NUS, tidak ada tanah gersang, semua ditanami oleh rumput dan tanaman hijau. Membuat konsep eco-green semakin kental. Semua tataletak di wilayah ini juga disusun rapih. Satpam pun dengan disiplin menggunakan mobil untuk mengontrol keadaan dan ketertiban kampus. Di tengah suasana gembira, kami justru merasa kaget ketika melihat bangunan NUS Bussiness School. Karena bangunan ini adalah bangunan yang didonasi oleh orang Indonesia, Bp Mohtar Riyadi.

Meski belum puas mengamati elok dan rapihnya lingkungan NUS, kami segera melesat ke universitas kedua, Nanyang. Konsep bangunan dan tata letak yang diterapkan di sini tak jauh berbeda dari konsep yang diterapkan di NUS. Perbedaan justru terletak pada ketatnya peraturan. Di kawasan NUS, mobil dan kendaraan lain betul-betul tidak boleh berhenti, apalagi parkir sembarangan. Supir bas kami mengatakan, “Singapura ini adalah kota denda.” Dan saking ketatnya peraturan di NUS, Pak Karebet menjulukinya sebagai “universitas denda.” Akan tetapi, peraturan di NTU sedikit lebih longgar. Kami bahkan sempat mengambil foto persis di depan gerbang masuk NTU yang bertuliskan nama universitas tersebut.

Pukul 16.00 kami ditunggu oleh pihak AMP. Namun sekarang waktu masih menunjukkan pukul 12.00. Para pembina memutuskan menambah daftar destinasi studi hari ini dengan daerah yang bernama Mustafa di Serangoon Road. Daerah Mustafa ini adalah daerah di Singapura yang merupakan tempat berkumpulnya orang-orang India di Singapura. Kami melakukan studi komparasi mengenai perbandingan berbagai macam harga di kawasan Mustafa ini. Dan para peserta LKMA 2013 mendapat (setidaknya) dua poin. Pertama, harga makanan, minuman, dan pakaian di kawasan Mustafa jauh lebih mahal dibanding harga barang yang serupa di Indonesia. Kedua, harga barang-barang elektronik relatif sama saja antara di kawasan Mustafa dengan harga di Indonesia untuk barang yang sama. Bahkan, harga kendaraan di sini jauh lebih murah dibanding di Indonesia, wow! Namun harga murah ini diimbangi oleh pajak yang tinggi pula. Sehingga harga menjadi relatif sama. Para peserta tak juga lupa menyempatkan diri membeli hadiah untuk orangtua yang sedang merindukan dan mendoakan kami semua. Meski mencapai 10 dollar Singapura, tak Apa. Ini demi orangtua yang kami sayangi.

Masih kaget dengan perbandingan harga, kami segera menuju kedai terdekat untuk makan siang. Dengan menu nasi + ayam + sambal + lalap, kami harus merogok kocek sebesar 4 dollar Singapura. Sekitar 37 ribu jika dirupiahkan. Perut kenyang, badan harus segera digerakkan. Kami berjalan di sepanjang Serangoon Road untuk melaksanakan shalat jama’ qashar di Masjid Angullia Mosque. Pukul 14.30 waktu setempat, kami telah siap untuk kembali melesat menuju tujuan berikutnya, AMP (Association of Muslim Professionals).

Sepanjang perjalanan kami masih belum bisa tidur karena sibuk melihat keelokan bangunan dan lingkungan di Singapura. Subhanallah. Sesampainya di depan gedung AMP pun, kami masih sibuk melihat-lihat keindahan bangunan sekitar. Ternyata tak hanya design eksterior dan arsitektur yang bagus, design auditorium lantai 4 gedung AMP menunjukkan bahwa Singapura juga peduli terhadap keelokan design interior bangunan.

Ternyata kami sampai lebih cepat dari yang dijadwalkan. Akhirnya Pak Rimun berinisiatif untuk melakukan gladibersih presentasi. Beliau memberikan evaluasi yang begitu berharga bagi para presentator dan peserta LKMA lainnya. Sekarang waktu telah menunjukkan pukul 16.00. dan secara professional, acara segera dimulai.

Forum dibuka oleh pihak AMP dan diikuti oleh presentasi singkat seputar AMP yang dijelaskan oleh Sister Amalina. Beliau menjelaskan tentang gambaran umum AMP. AMP merupakan komunitas professional muslim Singapore yang dinamis. Asosiasi yang sudah dibentuk selama 20 tahun ini ternyata berawal dari semangat para pemuda di Malaysia pada waktu itu. Para pemuda yang begitu semangat membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah orang islam, berinisiatif untuk membuat sebuah organisasi. Dan dengan semangat “be different and do different” yang mereka pegang teguh, akhirnya AMP mendapat apresiasi positif berupa donasi dari pemerintah.

AMP  mempunyai visi “A model organization in community leadership”. Dan memiliki misi “To be a thought leader, problem solver and mobiliser for the advancement of the community.” Asosiasi ini fokus menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan tiga hal : Low-income families, minor couples, dan at-risk youths.Program – program yang dimiliki AMP juga sangat berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan berkembangnya AMP secara pesat. Menambah jumlah staff dari 1 hingga 2000 staff. Mampu menambah gedung operasional hingga memiliki 10 cabang. Seperti mottonya “Professional for the Community,” AMP begitu serius dalam menjalani seluruh program kerjanya. Hal ini ditunjukkan dengan dibentuknya asosiasi-asosiasi cabang dari AMP. Terdapat empat asosiasi cabang dari AMP yang mempunyai tugas lebih spesifik disbanding AMP. Keempat asosiasi tersebut adalah : Young AMP (YAMP), RIMA, MERCU dan MEX. Keseriusan dan konsistensi itulah yang menjadi salah satu pelajaran bagi peserta LKMA 2013 hari ini.

special gift ^^

Applause yang hangat dan meriah menjadi babak pergantian presentasi. Kali ini kamilah yang akan memaparkan materi transformational leadership kepada pihak AMP. Fadhil dan Almas begitu unpredictable saat membawakan acara. Duet mereka begitu memukau dengan pantun-pantun yang menghibur. Dan inilah kali pertama dalam LKMA 2013 presentasi dilakukan tiga orang sekaligus. Seka, Fiki dan Hasna, berhasil membuat audiens member applause yang meriah atas performance yang sangat wow dari mereka bertiga. Tak kalah hebatnya, duet Abduh dan Afif berhasil menutup presentasi LKMA 2013 dengan cool, calm and confidence.

Forum diskusi setelah presentasi dipimpin langsung oleh Executive Director AMP, Mr.Mohd Anuar Yusop. Pertanyaan pertama disampaikan oleh Ahmad Nazhif, menanyakan tentang apakah penyebab utama dari ketiga masalah besar yang ditangani oleh AMP. Dengan wibawa dan kepribadian yang low-profile, Mr.Anuar mengatakan bahwa penyebab utama ketiga masalah tersebut adalah rendahnya pendapatan yang didapat. Tak perlu menunggu lama, pertanyaan kedua pun keluar dari mulut Maulana Ihsan yang menanyakan pandangan Mr.Anuar Yusop tentang ekonomi syariah. Dengan gesture tubuh yang meyakinkan, beliau menjawab bahwa beliau tidak pernah bermasalah dengan para tokoh ekonomi syariah. Dan ekonomi syariah adalah isu (ide) yang bagus dalam era modern sekarang ini, dan merupakan salah satu solusi alternative atas permasalahan ekonomi. Abdurrahman Tarami begitu bersemangat untuk bertanya. Dan akhirnya pertanyaan terakhir disampaikan olehnya. Abdurrahman bertanya tentang hubungan AMP dengan pemerintah. “Semua asosiasi di Singapura, pasti harus menjalin hubungan dengan pemerintah.” jawabnya Mr.Anuar Yusop.

jamuan petang di AMP
Memuliakan tamu merupakan salah satu sikap seorang mukmin. Dan itulah yang dipraktekkan pihak AMP hari ini. Sudahlah diberi tempat presentasi yang very good, very nice and very delicious, kami juga diberi jamuan makan petang. Dan ternyata para peserta LKMA masih ingin bertanya banyak kepada pihak AMP. Ditemani makanan ringan dan teh hangat, suasana diskusi dilanjutkan dengan hangat. Beberapa pertanyaan seputar ekonomi dan pendidikan disampaikan para peserta LKMA 2013. Antusiasme yang tinggi ditunjukkan oleh pihak AMP dengan menjawab semua pertanyaan kami dengan bijak. “Your school has done very well. And We’re feeling happy to meet you, Guys. This is what we can proud of. Hope you will be the next leader in the future, yeah,” komentar Mr. Mohd Anuar Yusop. Komentar dari salah satu staff AMP, Mr.Sirajuddin Jamat, semakin menambah semangat kami. “If  you go to Singapore again, just call me yeah. Oh, this is my card,” tuturnya sebari memberikan sebuah kartu nama kepada kami. Wow!

Para pembina LKMA 2013 memberikan tantangan tambahan kepada para peserta karena merasa kemampuan berpikir kami meningkat. Bis menjemput kami tepat waktu, pukul 18.10 waktu setempat. Anggota delegasi dibawa menuju destinasi selanjutnya. Masjid Sultan. Sepanjang perjalanan, kami melakukan komparasi kembali mengenai keadaan malam hari di Singapura, di Malaysia dan di Indonesia. Kami tak henti mengucap bacaan tasbih dan tahmid, karena telah diberi kesempatan melihat keelokan negara kota terkecil ini. Begitu banyak bangunan yang didesain dengan lux dan modern. Terlihat taman bunga yang arsiktektur bangunannya menyerupai bentuk siput. Belum hilang dari pandangan, sudah terlihat lagi bangunan elite berikutnya, yakni Marina Bay. Marinba Bay berbentuk tiga buah gedung yang disatukan di bagian atapnya dengan kompleks elite berbentuk kapal pesiar. Terdapat kurang lebih 500 kamar di dalam kompleks tersebut. Singapura dengan bagusnya mengemas semua keindahan bangunannya dengan membuat sebuah kincir besar yang diberi nama “Singapore Flyer.” Dari kincir yang memiliki diameter 160 meter ini kita dapat melihat seluruh keindahan dari bangunan-bangunan modern di Singapura . Durasi 30 menit sudah cukup untuk melihat keindahan Singapura dengan satu kali putaran kincir. Wow!

Hujan rintik menyambut kami di depan Masjid Sultan. Masjid ini merupakan masjid pertama di Singapura. Kami mendapat beberapa informasi mengenai sejarah masjid ini dari orang-orang sekitar. Masjid ini merupakan hasil dari gotong royong antara masyarakat kelas atas hingga kelas bawah. Dan uniknya, di kubah Masjid Sultan ini terdapat ornamen-ornamen sederhana yang tak disangka. Kumpulan tutup bekas botol kecap ditempel di pinggiran kubah masjid tersebut. Di pelataran belakang masjid, terdapat rekaman adzan pertama yang dikumandangkan di Masjid Sultan. Karena waktu kami yang terbatas, kami berangkat menuju tujuan studi selanjutnya selepas shalat jama’ qashar di masjid tersebut. Jam dinding di bis menunjukkan pukul 18.05.

Destinasi studi terakhir kami hari ini adalah kawasan patung merlion. Para peserta LKMA terlihat begitu surprise saat diberitahu bahwa kami akan studi ke kawasan merlion. Para pembina ikhwan semakin membuat suasana bis semakin ramai dengan aksi-aksi yang “super”. Sesampainya di kawasan patung merlion, kami langsung mengambil gambar. Waktu kami tak banyak. Dan dengan waktu yang singkat, kami melakukan interview dengan beberapa orang lokal tentang patung merlion dan beberapa gedung lain. Lampu sorot hijau dari Marina Bay menghiasi area kami melakukan interview. Subhanallah, suasana yang begitu indah.
Pukul 21.35 waktu setempat. Saatnya untuk rehat.

Subhanallah. Perjalanan kami hari ini begitu berharga dan memorable. Begitu banyak keindahan alam yang kami saksikan hari ini. Mungkin rasa terpukau kami begitu berlebihan, sehingga semua nampak sempurna hari ini. Rasa terpukau yang berlebihan mungkin menutupi mata kami untuk melihat begitu banyak permasalahan di Singapura. Semoga besok kami bisa menemukan apa yang kami cari dalam diskusi bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura.



LOOK CLOSER.
CAUSE EVERYTHING LOOKS PERFECT FROM FAR AWAY.
[NF]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar