Kamis, 21 November 2013

#H+9 "It's A Great Day Ever"

 “Adik-adik menampilkan hal yang berbeda, presentasi dengan teknik bercerita seni intelektual, seperti mahasiswa kuliah tingkat empat, bisa membaca situasi, bahasanya baik, substansinya luas dan dalam dan confidence. Congrat and we are very proud” komentar dari Bapak Andri Hadi selaku  Duta Besar Indonesia di Singapura, yang juga sedang menjalani masa sidang doctornya.


Seperti biasa semua anak-anak BIGBANG bangun pagi untuk segera mandi dan sholat tahajud walaupun udara pendingin ruangan menyelimuti dengan sejuk, namun mereka tetap harus bangun dan siap menantang hari ini. Hari ini adalah hari dimana mereka akan menutup masa sibuk seperti satu minggu kemarin. Bangun pagi sekali, mandi subuh, mengunjungi institusi, bertemu saudara baru, presentasi dan lain-lain . Sedih dan terharu karena perjuangan mereka selama sebelas bulan sudah terbayarkan dengan berlalunya satu minggu di Malaysia dan Singapura.

Briefing dimulai dari pukul 07:00 dan berakhir pukul 09:30 briefing kali ini adalah briefing terlama yang dilakukan mereka dan seperti biasa mereka briefing di kantin sebelah KBRI Singapura. Karena di sini Pembina menantang mereka untuk melakukan dua hal, yaitu menjawab pertanyaan serius dari pak Agung dan membuat revolusi presentasi terbaru. Pak Agung  salah satu Pembina LKMA 2013 melontarkan sebuah pertanyaan serius untuk mereka dengan asumsi jika pak Karebet menyatakan 100% jawabannya benar maka  akan mendapatkan 10 dolar singapura. Namun karena pertanyaan serius akhirnya semua Pembina memberikan jumlah tambahan untuk pertanyaan serius ini. Satu per satu Pembina memberikan sedikit dolarnya hingga jumlahnya menunjukkan 100 dolar.

Lalu Pak Agung memberikan penghargaan kepada salah satu peserta LKMA yang selalu konsisten melaksanakan sholat tahajud dari awal LKMA hingga  detik-detik berakhirnya LKMA. Peserta tersebut tertunjuk kepada ketua LKMA mereka yaitu Muhammmad Afifuddin Al-Fakkar dan Abduljalil Hazzi, lalu beliau memberikan masing-masing 10 dolar sebagai hadiah. Presentasi kali ini benar-benar berbeda dari sebelumnya dimana semua murid berkontribusi dalam presentasi kali ini. Ingin tahu bagaimana konsepnya?
Tetap membaca hingga akhir.

Waktu menunjukkan pukul 10:00 setelah briefing terpanjang selesai mereka diarahkan ke lantai 3 gedung Kedubes Singapura yang berkedudukan sebagai Kedutaan paling luas sedunia kurang lebih 3,2 hektar. Acara presentasi dimulai dengan pembukaan dari pak Rimun Wibowo selaku Chief Of Delegation LKMA 2013 ini. Betapa senangnya mereka, mereka presentasi di hadapan orang-orang penting. Ada pak Andri Hadi selaku Duta Besar Indonesia Singapura, Pak Ridwan Hasan selaku wakil Duta Besar Indonesia Singapura, Pak Alam, Pak Fakhri, Pak Simun, Pak Yayah dan Bu Ririn.

Pak Andri Hadi memberikan pembukaan dan memberikan pesan  kepada kami untuk terus berjuang karena kita tidak hanya bersaing di kelas sendiri tetapi kita bersaing di kelas dunia.

menyanyikan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”
 yang dipimpin oleh Sayyid
MC : Hazzi (kiri) dan Luqman (kanan)
Presentator ke-2: Rahmah
Presentator ke-3: Nazhif
Dengan menyanyikan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” yang dipimpin oleh Sayyid, acara presentasi pun dimulai dan MC masuk setelah lagu berakhir. Dengan gayanya yang khas Hazzi dan Luqman membawa acara yang membuat  audience tertawa dalam pembukaan acara.Tanpa melihat slide dan menggunakan mic, terpilih 4 orang untuk mempresentasikan ide mereka. Presentasi pertama dibawakan oleh Hanifah Fadhilah, kedua oleh Fadhliyah Rahmah, ketiga oleh Ahmad Nazhif, dan terakhir oleh Maulana Ihsan.

Presenter pertama mengemukakan masalah-masalah Indonesia yang hingga sekarang belum selesai dengan mimik wajah yang serius serta menggambarkannya dengan jelas bahwa Indonesia benar sesuai fakta menduduki ke-63 daftar negara gagal.

Presenter kedua memberikan clue bahwa masalah Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan memperbaiki masalah-masalahnya saja tetapi dari akar masalah tersebut. Karena bagaimana pun sebuah rumah yang bocor tidak akan selesai jika atap rumahnya tidak diganti dengan yang baru.

Presenter ketiga semakin menguatkan solusi untuk Indonesia bahwa kepemimpinan transformasional adalah solusi terbaik untuk mengubah tidak hanya Indonesia tetapi juga dunia.

Presenter keempat semakin membuat audience tercengang bahwa peran mereka melakukan acara LKMA adalah untuk melakukan perubahan tersebut dengan artian bahwa di sinilah peran mereka untuk mengubah dunia.

Lalu semua presenter maju dan membuat forum tersebut semakin hangat serta semua audience berdiri dan memberikan aplause terbaik untuk mereka. Allahuakbar‼

Setelah acara presentasi berakhir bapak Dubes memberikan komentar yang begitu mengharukan untuk mereka. Seperti yang ada di paragraf awal. Setelah pemberian komentar selesai berikutnya adalah forum diskusi. Di forum diskusi ini semua peserta berlomba-lomba untuk melontarkan pertanyaan yang membuat acara tersebut semakin cetar membahana. Dan setelah forum diskusi berakhir adalah saling menukar cinderamata dari masing-masing pihak dilanjutkan dengan makan siang.

Sebagai calon pemimpin, mereka harus siap menghadapi tantangan baru tanpa istirahat. Karena ada banyak agenda yang harus mereka kerjakan. Setelah sholat dzuhur, mereka berkumpul di masjid Istiqomah untuk mengisi form checklist evaluasi selama sebelas bulan mereka persiapan dan setelah LKMA berakhir selama kurang lebih satu jam. Lalu komando datang kepada mereka, selama dua jam mereka harus menyelesaikan laporan yang harus dilaporkan selama LKMA berlangsung sesuai kelompok dan di sore hari mereka harus berdiskusi untuk memberikan hasil final dalam satu file.
Dan setelah berdiskusi mereka langsung menuju Masjid Istiqomah dekat Kedubes Singapura tersebut untuk berkumpul dengan ibu-ibu TKW yang masih tinggal di Kedubes Singapura itu. Banyak cerita yang mereka dapatkan hingga tetesan air mata membasahi forum berkumpul tersebut.

Setelah sholat maghrib pun mereka masih melanjutkan forum tersebut ditemani Pak Karebet selaku  coach dalam LKMA 2013 ini. Pak Karebet menyampaikan kepada ibu-ibu TKW tersebut bahwa pekerjaan bagi wanita itu tidak wajib dan ibu-ibu TKW tersebut menyebutkan satu per satu masalah yang mereka alami dan membuat mereka masih tertahan di Kedubes Singapura ini.

Waktu menunjukkan pukul 21:30 semua peserta ikhwan dan akhwat berkumpul di ruang pertemuan yang ada di lantai basement gedung Kedubes tersebut. Di tgsini mereka merancang, membuat, menandatangani dan berjanji atas tekad yang mereka tulis untuk direalisasikan setelah LKMA. Setelah merancangnya hingga tertulis 3 point, mereka menulisnya dalam kertas putih putih dan satu persatu mereka maju menandatangani dengan sebuah spidol dengan saksi Allah SWT dan teman-teman mereka dan Pembina-pembina mereka.

Forum tersebut diakhiri dengan sekotak nasi goreng pesanan dan mereka kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap di hari esok. Ingin tahu kegiatan apa yang mereka lakukan besok ?? tetap update di blog ini.


LKMA 2013 .. ?

Malaysia Singapura bisa .. !!


[sisimilikiti]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar