Senin, 18 November 2013

#H+6 "Sabtu Seru di Johor Bahru !"

Waktu menunjukkan pukul 03.00 waktu setempat, sudah saatnya tim LKMA 2013 untuk bangun dan bersiap untuk mengawali hari kedua di Johor Bahru. Hari ini kami dijadwalkan untuk bertemu dengan perwakilan siswa dari Maktab Rendah Sains Mara (MRSM). Kami akan mempresentasikan LKMA dan berdiskusi tentang kepemimpinan dengan pihak MRSM. Setelah mandi dan bersiap diri, kami berangkat menuju surau untuk sholat tahajjud dan membaca ayat-ayat Qur’an.


Setelah beberapa raka’at shalat tahajjud dan beberapa lembar qur’an selesai kami baca, adzan shubuh berkumandang. Salah satu siswa MRSM melantunkan adzan dengan merdu. Seusai azan, kami melakukan solat sunnah dan solat berjamaah bersama para siswa MRSM.

Setelah shalat shubuh berjamaah, kami move menuju “dewan selera” (tempat makan) untuk melakukan briefing harian dan sarapan. Para pembina memberikan evaluasi hari sebelumnya dengan sangat antusias, dan memotivasi kami agar selalu memberikan yang terbaik. Setelah evaluasi selesai, saatnya kami menyantap santapan ala Maktab Sains Mara, yaitu telur setengah matang, roti isi sarden, kismis dan susu kedelai. Beberapa dari kami ada yang kebingungan cara makannya, tetapi untung ada Pakcik Jalil (sang koki) yang turun tangan mengajari kami. Memang terasa asing bagi kami untuk makan makanan seperti itu, tetapi kami harus beradaptasi untuk membiasakan diri hidup di negeri orang.

Makanan pun sudah dilumat habis, dan kami sudah ditunggu oleh beberapa siswa MRSM untuk diarahkan menuju ruang pertemuan. Di sana para perwakilan siswa sudah menunggu kami. Setelah kami siap, MC dari perwakian siswa MRSM menyambut kami dan mempersilahkan Chief of Delegation hari ini sekaligus pembina kami, Bapak Karebet Widjajakusuma, untuk memberikan sambutan pembuka acara. Lalu sambutan dilanjutkan lagi oleh ketua Dewan Perwakilan Pelajar MRSM, Akmal Hazzi. Dalam sambutannya, mereka sangat apresiatif terhadap kami dan sangat senang dikunjungi oleh kami. Mereka juga sangat ingin suatu saat nanti akan mengunjungi sekolah kami tercinta,  SMAIT Insantama.

Setelah sambutan, kami pun dipersilakan untuk berpresentasi. MC dari kami kali ini adalah Jihan dan Fara, mereka berdua sangat kompak dan bisa mencairkan suasana, tak lupa dengan salam khas Insantama. Kemudian presentasi diawali oleh duo Almas dan Fathir yang menjelaskan tentang konsep kepemimpinan transformasional, kemudian dilanjutkan lagi oleh Risya dan Ida yang menjelaskan alasan kami memilih Malaysia dan Singapura, dan presentasi diakhiri oleh Fakhri dan Fadhil yang menjelaskan perbandingan kepemimpinan antara Malaysia dan Indonesia.

The 'WOW' MC : Jihan dan Fara
the best presentator : Risya dan Ida
Presentasi pun diakhiri oleh penutupan dari duo MC. Kemudian Akmal Hazzi memberikan komentar terhadap presentasi yang sudah kami paparkan, dan dia terkesima terhadap kami. Lalu acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Di sesi ini kami saling aktif, kami bertanya kepada perwakilan siswa MRSM dan mereka juga bertanya kepada kami. Topik  yang kami bicarakan kali ini adalah kepemimpinan dan dakwah. Kami bertanya tentang konsep kepemimpinan yang diterapkan di Malaysia, dan mereka menanyakan tentang cara kami untuk mengubah dunia, bagaimana pendidikan kami di Insantama, dan yang terpenting adalah peran akademik dalam kebangkitan Islam. Diskusi di sini terjadi sangat seru sekali, kami saling menyampaikan pendapat dan saling berbagi ilmu pengetahuan.

Pemberian Kenangan oleh Insantama berupa Kaos untuk Haziq (kiri) dari Hazzi (kanan)
Setelah sesi diskusi berakhir, kami diajak oleh para perwakilan siswa untuk mengelilingi fasilitas MRSM. Kami ditunjukkan beberapa kelas, laboratorium, dan perpustakaan. Kami juga diajak memasuki kelas, tetapi para siswa masih belajar mandiri. Kami sempat bingung kenapa tidak bertemu dengan cik gu, hari itu memang hari libur untuk persiapan SPM, UN-nya para siswa Malaysia.

Tak terasa waktu dhuhur sudah masuk, touring kami pun terpaksa harus diakhiri. Kami menuju surau untuk melaksanakan solat dhuhur dan dijama’ ashar. Kali ini sholat dipimpin oleh Pak Agung, salah satu pembina kami dari perwakilan SDIT Insantama. Sholat sudah selesai, kami meluncur menuju dewan selera untuk makan siang. Kali ini makan siang kami berupa kari ikan, dan ini adalah satu-satunya makanan yang rasanya hampir sama dengan masakan Indonesia. Banyak dari kami yang tidak segan-segan meminta porsi lebih untuk makan siang, tentu karena rasanya sangat enak.

Makan siang sudah habis, sekarang saatnya untuk beristirahat sejenak. Kami kembali ke kamar. Sesampainya di kamar, kami diberitahu oleh pembina bahwa jam 15.00 waktu setempat kami akan diajak untuk mendatangi landmark Johor Baru. Berarti kami masih memiliki waktu kurang lebih 2 jam untuk tidur siang dan beristirat.

“Ayooo.. Everybody Move..!!” teriak pembina kami dari luar kamar dengan dialek Tegal medoknya yang sering membuat kami tersenyum simpul sendiri. Bahkan tak jarang, banyak dari kami yang langsung menimpalinya dengan mengulang kata-kata itu – tentu dengan lebih medok lagi. Ternyata waktu 2 jam terasa sangat kurang bagi kami untuk beristirahat, tetapi mau tak mau kita harus move untuk menikmati petang terakhir di Johor. Bis sekolah telah menunggu kami di dekat dewan selera. Setelah tim LKMA lengkap, bis pun mulai meluncur menuju Kampung Melayu. Menurut dari driver, Kampung Melayu adalah salah satu land mark di Johor Bahru. Tetapi sebelum ke Kampung Melayu, kami diajak menuju dua landmark lainnya, yaitu Danga Bay dan Masjid Sultan Abu Bakar, masjid yang didirikan oleh Sultan Johor yang pertama.  Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Melayu. Di sini makanan khas Malaysia bisa ditemukan hampir di setiap tempat jajanan. Sempat kami kebingungan mau membeli apa, karena tempat jajanan di sana banyak sekali. Akhirnya kami berpencar dan membeli makanan sesuai selera masing-masing. Dan ternyata harga makanan yang kami pesan cukup terjangkau, meskipun kalau diubah ke rupiah memang harganya agak mengejutkan.

Tidak terasa 90 menit sudah terlewat, sudah saatnya kami untuk kembali menuju asrama MRSM. Malam mulai datang menemani perjalanan kami. Perjalanan dari Kampung Melayu ke MRSM memakan waktu lebih kurang 20 menit. Beberapa dari kami ada yang tertidur, mungkin karena energi yang terforsir hari ini lumayan banyak. Jalanan yang tidak begitu ramai juga membantu mempercepat laju bis menuju MRSM.

Sesampainya disana, kami pun berbaris untuk mengecek kelengkapan tim LKMA 2013. Tetapi ada berita duka datang. Kami mendapat kabar bahwa istri salah satu pembina kami, Pak Karebet, ternyata sakit dan harus opname di rumah sakit. Kami pun turut bersedih dan mendoakan semoga istri beliau segera disembuhkan oleh Allah SWT. Tetapi berita tersebut tidak mematahkan semangat kami, tetap fokus adalah kunci dari kesuksesan LKMA ini.

Tak lama setelah itu, kami menuju surau untuk melaksanakan sholat maghrib dan isya secara jama’. Tak lama setelah sholat, kami kembali menuju kamar kami dan mulai packing untuk esok hari, karena malam ini merupakan malam terakhir kami untuk berada di MRSM dan esok siangnya kami harus hijrah ke Singapore. Packing sudah selesai, dan sudah saatnya kami untuk beristirahat agar esok hari tetap fit!

[_2304]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar