Jumat, 22 November 2013

#H+10 “LKMA 2013, Malaysia-Singapura, WOW!”

“WOW! Setelah melihat presentasi kalian di depan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura kemarin, bapak tidak ragu-ragu untuk memberikan nilai sempurna. 100!!!” itulah salah satu komentar Dr. Rimun Wibowo, selaku “Chief of Delegation (COD)” LKMA 2013. Beliau yang terkenal sulit memberikan nilai tinggi, tidak segan-segan untuk memberikan nilai sempurna, bahkan tanpa kritikan sedikit pun! Luar biasa!!


Rabu (20/11) kemarin, adalah hari terakhir tim LKMA 2013 merasakan atmosfer kehebatan Singapura. Pukul 03.00 WS, kami segera bergegas untuk bangun, mandi, dan mempersiapkan koper masing-masing. Meskipun rasa kantuk dan lelah masih terasa, hal itu tidak menyurutkan semangat kami dalam melaksanakan ibadah. Rentetan tahajjud, dzikir, dan lantunan indah bacaan Al-Qur’an pun turut memperindah 1/3 malam terakhir, hingga tiba waktu shubuh.

Diimami oleh pembina tercinta, ustadz Muhibuddin, tim LKMA 2013 melaksanakan shalat shubuh terakhir di Masjid Istiqamah, KBRI Singapura. Usai shalat shubuh, beliau memberikan wejangan terakhir berupa permintaan maaf, ucapan terima kasih, dan motivasi kepada pihak KBRI Singapura. Hal serupa juga diungkapkan oleh pembina kita, bapak Karebet Widjajakusuma. Acara kemudian ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Ustadz Muhibuddin, untuk kebaikan dan kelancaran masalah para TKW yang tinggal di KBRI. Rasa haru dan lega pun muncul setelah  kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantu masalah mereka. Setelah mohon pamit dan bersalam-salaman dengan staf KBRI, tim LKMA segera bergerak menuju kantin untuk mengadakan briefing pagi.

Sambil menunggu bis yang akan menjemput tim LKMA 2013 menuju Changi International Airport, briefing pagi pun dimulai dengan kondisi hujan rintik-rintik yang menaungi Singapura. Brefing pun diisi dengan sebuah pertanyaan sederhana yang digagas oleh para pembina sebelum tim LKMA 2013 melaksanakan audiensi di hadapan duta besar KBRI. Hanya satu pertanyaan. Apa yang dimaksud dengan “Transformasional Leadership”?

Akhirnya, pertanyaan itu terjawab sudah. Alhamdulillah, luar biasa, Allahuakbar, semua jawaban yang kami lontarkan kemarin mengenai  Transformasional Leadership, semuanya benar! Sebelumnya, kami diberikan kesempatan untuk berfikir dan bekerjasama dalam memecahkan persoalan itu. Hal ini untuk membuktikan sejauh mana pemahaman kami mengenai Transformasional Leadership, dan sejauh mana team building kami sudah terbentuk. Karena semua tim LKMA 2013 sudah bekerja sama dalam mencari jawaban itu, maka uang sejumlah 100 dollar Singapura diserahkan kepada tim LKMA sebagai hadiah. Luar biasa!!

Tak terasa, bis yang dinanti-nanti pun tiba. Pukul 06.40 WS, bis segera bergerak menuju Changi International Airport. Dengan dipandu oleh bapak Alamsyah, selaku staf bagian sosial budaya KBRI Singapura, kami menjelajahi negara kota terkecil di Asia Tenggara itu melalui mata kami sendiri. Mulai dari kemewahan sirkuit F1 yang selalu diperbaharui setiap 3 bulan sekali, sistematisnya pembangunan vertikal di Singapura untuk mensiasati jumlah penduduk. Subhanallah. Sebagai pemimpin masa depan, kami pun belajar bahwa perencanaan secara matang yang diwujudkan melalui realisasi program secara sistematik dan cepat, mampu mengubah Singapura yang dahulu diremehkan sebagai negara kecil, menjadi sebuah raksasa Asia yang bahkan mampu bersanding dengan Jepang.

Mulut kami pun kembali ternganga ketika pukul 07.15 WS, kontingen tiba di terminal 3 bandara Changi, yang terkenal sebagai bandara paling sibuk dan rapih di dunia. Hal itu sudah terlihat bahkan sejak sebelum kami memasuki kawasan bandara tersebut. Segala kemewahan dan keteraturan bandara Changi membuat kami terpukau, bahkan bisa langsung membandingkan dengan kondisi bandara Soekarno Hatta. Hal ini tidak akan bisa terjadi jika kami tidak mengunjungi langsung bandara Changi. Subhanallah…

Duo manstap COD berpengalaman hari ini, Ahmad Nazhif Rahmatu Rabbi dengan bp Karebet Widjajakusuma, semakin menambah atmosfer kedisiplinan kami. Sejak awal hingga akhir, paspor dan tiket adalah 2 hal mutlak yang diperhatikan keberadaannya. Dengan selesainya pengurusan administrasi tiket, koper, dan paspor yang ketat, melalui arahan bapak Alamsyah, tanpa membuang-buang waktu lagi kami langsung menuju tempat makan setempat untuk mengisi kekosongan perut kami yang memang sengaja belum diisi. Dan, WOW! Ternyata, kejutan untuk kami belum selesai. Di tempat yang kami sambangi, ternyata  wakil Dubes Indonesia untuk Singapura, Bp. Ridwan, juga menemani  santap pagi kami. Sungguh kejutan luar biasa yang tidak kami duga sebelumnya.

Dengan kembalinya energi kami yang sempat hilang, kami langsung memutar haluan menuju “burung raksasa bermesin” yang akan memulangkan tim LKMA 2013 menuju tanah air tercinta, Indonesia. Setelah memasuki pesawat, kami segera meletakkan barang-barang di bagasi, kemudian menempati “kursi panas” pesawat Lion Air. Bagi kami yang sebelumnya belum pernah menikmati perjalanan dengan pesawat, ini adalah kali kedua kami, setelah Kuala Lumpur kami taklukkan dengan maskapai yang sama. Rombongan LKMA pun tidak sabar untuk segera terbang, dan kembali menatap Indonesia tercinta. Indonesia, we are coming!!!

Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Wuuusssshhh!!! Pukul 09.55 WS, pesawat kami terbang meninggalkan Changi menuju Soekarno Hatta. Degup jantung pun meningkat, diikuti dengan meningkatnya kecepatan pesawat dan ketinggian terbang. Benar-benar sebuah pengalaman yang luar biasa!! Kami yang kelelahan dengan perjalanan LKMA selama 11 hari, langsung membawa fikiran kami terbang menuju kerajaan mimpi yang indah. Yah, bagaimana pun juga, pemandangan awan putih tidak bisa diharapkan untuk menghibur mata kami yang juga kelelahan.

Alhamdulillah. Tidak terasa, pukul 10.55 WIB, akhirnya kami tiba di Bandara Soekarno Hatta dengan selamat  dan utuh! Senyuman-senyuman lebar tanda kebahagiaan pun ditampakkan oleh peserta LKMA 2013 yang telah merindukan Indonesia. Akhirnya, setelah 11 hari, kami berhasil menatap kembali Indonesia, dan menaklukkan Malaysia-Singapura! Allahuakbar!!

Pemeriksaan tiket, koper, dan paspor yang cepat, melegakan kondisi fisik kami yang masih diiputi rasa lelah. Tepat pukul 13.00 WIB, bis yang kami tunggu-tunggu datang. Setelah meletakkan koper dan memastikan semuanya sudah lengkap, bis segera meluncur menuju Bogor, kota hujan tercinta. Di atas bis, sekejap setelah itu, pembina pun segera menggelar forum evaluasi dan komentar, seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya. Dr. Rimun, bp Agung, ustadz Muhib, bp Andi, bp Karebet, dan Bu Hestri, satu per satu bergantian mengemukakan komentarnya. Dan, Alhamdulillah, untuk pertama kalinya, lontaran pujian untuk segenap tim LKMA memenuhi forum siang itu. Bahkan, beberapa pembina hampir meneteskan air mata dan terharu terhadap perkembangan seluruh anggota tim LKMA 2013. Sempurna. Happy ending, full barokah. Inilah yang kami sebut dengan “WOW”!!!

Dengan selesainya forum itu, tubuh kami yang tidak tahan menghadapi serangan lelah dan kantuk, langsung terlelap di kursi masing-masing. Perjalanan macet Jakarta, membuat perjalanan menjadi lebih lama. Ketika sadar dari mimpi-mimpi indah kami, kami sudah dinanti oleh tegaknya bangunan mall Cibubur Square. Di sana, kami diberikan waktu 45 menit untuk shalat dzuhur, ashar, dan makan siang.

Pukul 16.00 WIB, bis kembali meluncur menuju Bogor. Berbeda dengan Jakarta, perjalanan kali ini lancar tanpa halangan. Ternyata, adik-adik kami telah menyiapkan penyambutan  mengharukan. Tepat di atas jembatan Pakuan, dipampang sebuah spanduk berukuran 8 x 2 meter bertuliskan “Selamat datang delegasi SMAIT Insantama Bogor dari Malaysia dan Singapura”. Riuh tepuk tangan dan takbir pun bergema dalam bis. Terima kasih, adik-adik kelas kami!

Sesampainya di Bogor, kami segera menuju Rumah sakit Salak, tempat dirawatnya istri bp Karebet, ibu Dewi. Beberapa perwakilan kami pun ikut menjenguk beliau. Kunjungan di Rumah sakit pun membawa oleh-oleh berupa Rahma dan Hasna, 2 buah hati bapak Karebet yang di saat yang sama juga sedang menjenguk ibunda mereka. Suasana kebahagiaan pun semakin nampak dengan munculnya 2 penumpang baru.

Suasana kebahagiaan kembali bertambah ketika komentar positif mengenai tulisan kesan pesan peserta LKMA 2013 dibacakan. Alhamdulillah, kesan pesan kami pun berhasil melampaui ekspektasi. Allahuakbar!!

Semakin lama bis melaju, semakin dekat pula kami dengan kampus SIT Insantama. Sesampainya di daerah Gunung Batu, kami segera merapat ke Masjid Nurul Amal. Alhamdulillah, pukul 17.10 WIB, kami telah sampai di Bogor dengan selamat. Segera setelah itu, kami kembali berwudhu, shalat tahiyyatul masjid, dan melakukan sujud syukur, sebagai bentuk ungkapan syukur kami kepada Allah, atas segala kelancaran dan nikmat yang telah diberikan-Nya. Setelah beristirahat sejenak, tubuh kami kembali disegarkan dengan melakukan shalat maghrib-isya berjama’ah.

Fiuuhhhh. Kondisi lelah kami semakin mendekati puncaknya. Bulir-bulir keringat yang berhasil disegarkan dengan air wudhu, perlahan-lahan mulai muncul kembali. Degup jantung yang semula berdetak normal, kini telah menaikkan kecepatannya. Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu semua rombongan tiba. Kehormatan bendera kontingen LKMA 2013, kini telah berpindah tangan dari Ahmad Nazhif kepada COD LKMA 2013, Dr. Rimun Wibowo. Pukul 18.35 WIB, akhirnya kami melangkahkan kaki kami menuju kampus SIT Insantama. Bismillah…

500 meter, 300 meter, 100 meter, 50 meter. Insantama semakin dekat. Kumandang takbir mulai dikumandangkan oleh seluruh rombongan, menggema hingga kampus SIT Insantama. Inilah saat-saat nostalgia kami menjelang penyambutan LDK 2011, dengan cara yang sama, dengan suasana yang hampir sama. Ya, saat ini, kondisi kami jauuuuh berbeda. Dahulu, kami hanyalah anak ingusan yang baru belajar apa itu kepemimpinan. Saat ini, kami kembali melangkah, dengan jiwa “pemimpin-pemimpin masa depan” yang siap menaklukkan dunia, yang siap memimpin bagaikan Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel, yang siap dipimpin bagaikan Zaganosh Pasha yang menjadi bagian dari pasukan terbaik. Allahuakbar!!

“Allahuakbar!! Allahuakbar!! Allahuakbar!!” takbir bersahut-sahutan menyambut kedatangan kami di kampus SIT Insantama. Riuh rendah suara adik-adik kelas kami, semburan api unggun, dan dentuman shalawat yang dipersembahkan warga Insantama semakin mengharu-birukan kedatangan kami. Kebahagiaan pun semakin terpancar kala kami disematkan jaket OSIS, sebagai jaket resmi LKMA 2013. Kami pun digiring menuju aula lantai 2, untuk menghadapi penyambutan yang sebenarnya. Ya, di sana sudah berkumpul adik-adik kelas SD, SMP, SMA, beserta sebagian besar yayasan dan orang tua kami yang rela datang hanya untuk menyambut kami. Benar-benar kejutan yang “WOW”!!

Kami pun duduk di kursi yang disediakan khusus. Satu per satu, rentetan acara penyambutan pun dilewati. Kata sambutan dari Sayid selaku perwakilan peserta LKMA 2013, Dr. Rimun Wibowo selaku COD LKMA 2013, dilanjutkan oleh duo manstap ustadz Adhi Maretnas dan ustadz Rahmat Kurnia sebagai yayasan. Kejutan sebenarnya, akhirnya ditunjukkan oleh adik-adik kelas kami, mempersembahkan video dan penampilan puisi kakak-kakak angkatan 1 “Sagacious”, yang  jauh-jauh datang dari kampusnya masing-masing demi menyambut dan memberikan semangat kepada kami dalam menggapai universitas impian. Sungguh, membuat semua yang hadir dalam forum itu “merinding” menghadapi suasana haru. Luar biasa!

Acara pun ditutup dengan simbolisasi penyambutan kelas 12 yang telah kembali ke asrama, yang dipimpin oleh ustadz Choirul Anas selaku wakil mudir, kepada ketua LKMA 2013. Gemuruh tepuk tangan pun memenuhi suasana simbolisasi. Akhirnya, simbolisasi ditutup dengan digendongnya ketua LKMA 2013 oleh COD LKMA 2013 kembali ke kursinya. Gelak tawa pun pecah, kebahagiaan pun semakin terpancar, menutupi suasana haru penyambutan.

Selesai acara, tim LKMA 2013 bersalam-salaman dengan warga asrama, yang dilanjutkan dengan foto bersama dan makan malam. Usai makan, kami kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat dan membagikan oleh-oleh. Cerita-cerita indah mengenai LKMA 2013 pun menjadi penghias suasana malam yang lelah itu. Alhamdulillah, luar biasa, Allahuakbar!!!

LKMA 2013, Malaysia-Singapura, Berhasil!

LKMA 2013, Malaysia-Singapura, Puuuulang!

LKMA 2013, Malaysia-Singapura, WOW! 

[Al_Fatih1453]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar