Rabu, 13 November 2013

#H+1 “Malaysia Singapura..?? Boleh !!”

Bismillahirrahmanirrahim…

Senin, 11 November 2013

                Belum lagi matahari menampakkan wujudnya di langit negeri Jiran, waktu masih menunjukkan pukul 3.30 dini hari, para peserta LKMA 2013 telah memulai aktivitasnya. Beberapa memilih mandi, dan beberapa lainnya memilih melaksanakan sholat tahajjud terlebih dahulu. Sejam kemudian, semua telah rapih dan bersiap menuju surau Daar Al-Hikmah, sesuai instruksi Chief of Delegation hari ini. Para peserta bertadarrus al-Qur’an menunggu kumandang adzan subuh yang tak kunjung terdengar, padahal jarum panjang telah mencapai angka 5. Ditengah suasana itu, Seolah bumi ikut berduka, hujan turun dengan lebat seiring dengan berita duka yang datang dari Bu Yuni. Innalillahi wa inna ilaihirajiun
Melalui sms Bu Yuni menyampaikan bahwa pukul 11 malam tadi, ibunda tercinta beliau telah kembali ke hadirat Allah SWT, maka setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah, para peserta LKMA 2013 melakukan doa bersama bagi ibunda beliau. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya. Amin.

Pukul 7.00, rombongan akhwat beranjak menuju kafetaria yang terletak di belakang surau untuk bergabung dengan rombongan ikhwan yang baru tiba disana. Sesuai jadwal, acara briefing  dimulai pukul 7 dan berakhir pukul 8 pagi.

                Acara briefing dibuka oleh Pak Karebet yang sedang kebasahan kendati terkena hujan saat perjalanan menuju lokasi. Kesempatan pertama diberikan kepada Pak Andi yang memberikan nilai 8 untuk perjalanan hari kemarin, disusul Pak Muhib yang memberikan nilai 9,5, lalu dilanjutkan oleh Bu Hestri, “siap memimpin berarti siap untuk dipimpin” kata beliau yang memberikan nilai 7,5. Setelahnya, Pak Agung dan Bu Ita ternyata memiliki pendapat yang sama. Beliau menyampaikan bahwa team building hari kemarin belum terlihat, sangat kontras dengan cerita keberhasilan di LDK dan LKMM selama ini. Suasana sempat sedikit menegang, namun akhirnya pecah dengan latihan presentasi oleh MC dan para presentator yang bertugas di hari itu.

                Waktu menunjukkan pukul 8.30, para peserta yang telah selesai sarapan berangkat menuju lokasi yang terletak kurang lebih 2 km. Perjalanan yang cukup panjang, namun sedikit tergantikan dengan kesempatan berfoto di depan logo Universiti Malaya yang berada tepat di depan rektorat UM.

CONNECT's pict

CLOVER's pict


                Setelah berjalan kurang lebih sejam, rombongan akhirnya tiba di gedung Jabatan Kimia. Mereka disambut oleh Prof. Dr. Syariefuddin Zein Muhammad atau lebih dikenal dengan sebutan Dr. Muhammad dan langsung digiring menuju gedung auditorium. Sesampainya di auditorium rombongan masih harus menunggu tuan rumah yang belum kunjung tiba dan LCD. CoD hari itu, Pak Rimun berinisiatif untuk mengisi waktu kosong dengan sedikit mengevaluasi kegiatan hari itu seraya memberikan sedikit masukan dan motivasi terkait presentasi yang akan dilakukan. Dan tepat setelah Pak Rimun selesai dengan evaluasinya, Kak Firman, sang tuan rumah PPI UM telah bergabung bersama di ruang Auditorium.

                Pukul 10.00, acara dimulai dengan dipandu 2 MC kondang, Aul dan Sasya. Kak Firman tampil pertama kali untuk memberikan sambutannya. Subhanallah, kemampuan berbahasa Inggris kak Firman yang ternyata berasal dari Surabaya, ditambah dengan pengetahuan yang luas membuat seluruh rombongan terpukau olehnya. Kemudian dilanjutkan oleh Pak Rimun sebelum para presentator mempresentasikan tentang LKMA. Presentasi pertama dibawakan oleh Fakhri dan Maman. Meskipun sedikit tersendat, keduanya berhasil membawakan presentasi dengan baik. Yang kedua adalah Arin dan Acha. Kolaborasi yang baik, sehingga menghasilkan hasil yang memuaskan. Presentasi terakhir adalah Syifa dan Dila. Kombinasi 2 bahasa yang digunakan, yaitu Arab dan Inggris cukup membuat hadirin interest. Diakhiri dengan result dari LKMA tahun lalu, tepuk tangan meriah turut mengakhiri presentasi pagi hari itu.

MC [Aul and Sasya]

1st Presentator [Fakhri and Maman]


2nd Presentator [Arini and Atika]

3rd Presentator [Dila and Syifa]

                Acara dilanjutkan dengan diskusi para peserta dengan kak Firman selaku pihak PPI UM. Acara diskusi berlangsung hangat, beberapa pertanyaan dilontarkan oleh para peserta, dan Kak Firman menjawab dengan lugas setiap pertanyaan yang diajukan. Pukul 1.15, acara berakhir dengan closing statement dari Kak Firman, “Indonesia will not be a failed state. Why ?? Because Indonesia has you”, ujar Kak Firman seraya menunjuk seluruh peserta LKMA 2013. Suara tepuk tangan memenuhi ruangan.


Kak Firman :]
Papah Rimun and Kak Firman

Pemberian Cinderamata


                Sepertinya budaya antri adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari siswa-siswi SMAIT Insantama dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga saat Para peserta diberikan waktu selama satu jam untuk rehat sejenak serta mengisi perut yang telah kosong sejak tadi. Peserta dibawa menuju kafetaria “Kantin Sains”. Tepat pukul 2 siang, peserta kembali berkumpul di gedung auditorium untuk berdiskusi bersama  Dr Muhammad yang sebelumnya belum bisa hadir. Walaupun ini adalah kali keduanya beliau mengikuti kegiatan presentasi LKMA, beliau tetap tertarik untuk berbagi informasi mengenai kepemimpinan di Malaysia kepada para peserta. Sayang seribu sayang, jadwal beliau sangat padat. Sekitar pukul 3.30 beliau beranjak meninggalkan forum setelah sebelumnya memberikan motivasi kepada para peserta yang cukup untuk membakar semangat mereka ditengah rendahnya suhu akibat AC, “You need to change”.

Presentator Dadakan

Connect + Clover = BIGBANG

                Setelah menyantap sedikit hidangan yang diberikan oleh tuan rumah, forum dilanjutkan dengan diskusi bersama ustadz Arif Wibowo yang juga merupakan warga negara Indonesia yang tinggal di Malaysia. Ketawadhu’an beliau membuat seluruh peserta kagum terhadapnya. Berulang kali beliau menegaskan bahwa beliau tidak lulus UMPTN, namun beliau bisa kuliah di Amerika Serikat. Mengapa ? Hanya satu. Hard work.

                Belum selesai sampai disitu, kegiatan lalu dilanjutkan setelah sholat dzuhur dan ashar di surau terdekat. Para peserta diajak berkeliling melihat beberapa laboratorium yang ada di Jabatan Kimia, Universiti Malaya. Semua laboratorium yang dikunjungi hanya bisa membuat para peserta speechless. Kecanggihan peralatan, kelengkapan, dan hal lain yang belum ditemukan di sekolah tercinta mereka.

                Subhanallah,,, waktu telah menunjukkan pukul 5.50 sore. Dan semangat para peserta LKMA 2013 belum juga berkurang sedikitpun. Acara selanjutnya akan dilaksanakan pukul 8.00 malam. Maka demi menghemat tenaga yang tidak lagi banyak, Pak Karebet memutuskan untuk tidak kembali menuju asrama tempat menginap, akan tetapi langsung menuju lokasi tempat acara selanjutnya seraya menunggu waktu maghrib pukul 7.15 malam nanti.

                Sehabis maghrib, rombongan dibawa menuju lokasi pertemuan dengan pihak PPI UM. Acara diskusi langsung dimulai dengan presentasi pihak SMAIT Insantama yang diwakilkan oleh Sayyid dan Luqman sebagai MC, Sasya dan Jihan, Hazzi dan Saiful, serta Dila dan Nabillah berturut-turut sebagai presentator pertama, kedua, dan ketiga. Presentasi kali ini termasuk unik, karena tidak adanya penggunaan LCD. Di forum ini, rombongan berkenalan dengan para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI UM. Mereka berasal dari kota yang berbeda-beda, namun di Malaysia mereka layaknya sebuah keluarga besar.

Acara presentasi dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung hangat. Dipandu oleh Kak Firman selaku moderator, pihak PPI UM mengaku sangat interest terhadap apa yang dipresentasikan. Menjawab pertanyaan salah satu peserta, Kak Bintang, ketua PPI UM menyampaikan bahwa ada perbedaan yang sangat tipis sekali antara aku-yakin-aku-bisa dan sombong. Menjadi pemimpin yang baik adalah yang bisa membedakan dua hal itu.

Atas kemampuan persentasi, cara bertanya, gesture, dan semua yang ditampilkan peserta LKMA, komentar apresiatif pun bertaburan dari kakak-kakak fungsionaris PPI UM. Kak Bintang, misalnya menyebut ‘adik-adik Insantama ini sungguh-sungguh brilian’. Kak Firman, Ketua Bidang Pengembangan Organisasi, ‘it’s a great performance presentation’. Kak Fajri Usman, fungsionaris lainnya, ‘self confindence kalian sungguh mengagumkan, I like this school, coz sekolah ini memiliki leadership platform!' akhirnya, empat pertanyaan akhirnya dilontarkan sebelum akhirnya ditutup oleh Pak Karebet dengan closing statement yang tidak pendek. Sebelum beranjak pergi, tuan rumah menjamu rombongan dengan makan malam berupa nasi ayam dengan porsi besar. Beberapa akhwat sedikit mengeluh, namun akhirnya semua anggota rombongan larut dalam suasana makan malam yang santai.

Detik waktu tak berhenti, tak terasa hari semakin larut, satu jam lagi menuju tengah malam. Demi memuliakan tamu, rombongan diantar kembali ke asrama menggunakan mobil pihak PPI UM. Kendati mobil yang digunakan hanya berkapasitas 4 orang penumpang, perjalanan pulang menyita waktu cukup lama. Pengangkutan akhwat yang berjumlah 25 orang membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam dengan 2 buah mobil yang disiapkan.

                Alhamdulillah,, hanya itulah yang bisa terpikirkan oleh para peserta LKMA 2013 di hari pertama ini. Jika membayangkan padatnya kegiatan hari ini, bahkan untuk bernapas pun sepertinya tak ada waktu. Namun para peserta LKMA 2013 adalah orang-orang yang luar biasa. Rasa lelah tergambar jelas di wajah-wajah mereka, tapi semangat untuk menaklukkan hari-hari berikutnya terpancar lebih kuat. Meskipun beberapa hal sempat menganggu. Kehilangan, ketinggalan, terlambat. Namun apapun yang telah terjadi hari ini, apapun ujian yang telah menimpa hari ini, satu hal yang pasti. Everything’s gonna be okay.

Kita punya Allah. Adakah yang perlu kita takutkan ??

LKMA 2013…!!! Malaysia,,! Singapura,,! BOLEH !!!!


[f]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar